Rabu, 01 Oktober 2025

TKA GEO EPS. 3

Latihan Soal Geografi Interaktif (V3)

📝 Latihan Soal Geografi Interaktif

Analisis Konflik Ruang dan Manajemen Lingkungan

Bagian 1: Pilihan Ganda (A-E)

Stimulus untuk Soal Nomor 1-2 Proyek pengembangan Rempang Eco-City di Batam menjadi sorotan nasional pada akhir 2024 hingga 2025. Proyek strategis nasional ini direncanakan sebagai kawasan industri, perdagangan, dan pariwisata terpadu yang akan menarik investasi besar. Namun, proyek ini menghadapi tantangan sosial yang signifikan karena rencana relokasi terhadap sekitar 16 kampung tua yang telah dihuni oleh masyarakat adat Melayu, Galang, dan Orang Laut selama ratusan tahun. Konflik pun mencuat antara kepentingan investasi ekonomi skala besar dengan hak atas ruang hidup dan nilai-nilai historis komunitas lokal.

1. (Elemen: Wilayah Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekitar) Konflik yang terjadi di Pulau Rempang pada dasarnya merupakan cerminan dari permasalahan kewilayahan berupa...

2. (Elemen: Interaksi Antarfaktor/Gejala Fisik Alam dan Manusia) Ditinjau dari posisi geografisnya yang strategis di dekat Selat Malaka (faktor fisik), pengembangan Rempang Eco-City (faktor manusia) bertujuan untuk...

Stimulus untuk Soal Nomor 3 Kekeringan ekstrem di beberapa kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada musim kemarau 2025 menyebabkan meluasnya lahan kritis dan proses desertifikasi. Petani jagung, yang merupakan komoditas andalan di wilayah tersebut, mengalami gagal panen total karena lapisan tanah atas (topsoil) yang tipis menjadi kering, retak, dan mudah tererosi oleh angin. Fenomena ini mengancam ketahanan pangan dan meningkatkan angka kemiskinan di tingkat rumah tangga petani.

3. (Elemen: Proses-proses yang Mempengaruhi Lingkungan Fisik dan Sosial) Proses degradasi lingkungan yang dijelaskan pada stimulus, di mana tanah kehilangan kelembapan dan kesuburannya hingga tidak bisa ditanami, secara ilmiah disebut...

Stimulus untuk Soal Nomor 4 Menghadapi musim kemarau panjang dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan pada pertengahan 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan TNI AU kembali menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Pesawat menebarkan garam (NaCl) di awan-awan potensial untuk mempercepat proses kondensasi dan menurunkan hujan buatan di atas area gambut yang rawan terbakar.

4. (Elemen: Cara Mitigasi dan Adaptasi terhadap Bencana Alam) Evaluasi yang paling tepat terhadap penerapan TMC sebagai strategi mitigasi Karhutla adalah...

5. (Elemen: Fenomena Geografi dalam Kehidupan Sehari-hari) Konsep pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun MRT dan LRT di Jakarta bertujuan untuk mengatasi masalah kemacetan kronis. Pendekatan ini mengintegrasikan hunian vertikal, perkantoran, dan area komersial dalam radius yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari simpul transportasi publik. Tujuan utama dari penataan ruang berbasis TOD ini adalah...

Bagian 2: Pilihan Ganda Kompleks

Stimulus untuk Soal Nomor 6-7 Laporan Bank Dunia pada awal tahun 2025 menyoroti masalah polusi plastik di lautan, di mana Indonesia masih menjadi salah satu kontributor utamanya. Sampah plastik dari daratan, terutama dari kota-kota besar yang padat penduduk, terbawa oleh aliran sungai dan berakhir di laut. Perilaku masyarakat yang masih banyak menggunakan plastik sekali pakai, sistem pengelolaan sampah yang belum optimal, dan kurangnya penegakan hukum menjadi faktor-faktor penyebab utama.

6. (Elemen: Proses-proses yang Mempengaruhi Lingkungan Fisik dan Sosial) Faktor-faktor sosial-budaya yang menjadi pendorong proses pencemaran lingkungan oleh sampah plastik di Indonesia meliputi... (Pilihlah semua jawaban yang benar)

7. (Elemen: Interaksi Antarfaktor/Gejala Fisik Alam dan Manusia) Dampak negatif dari interaksi antara aktivitas manusia (membuang sampah plastik) dengan ekosistem laut (faktor fisik) adalah... (Pilihlah semua jawaban yang benar)

Stimulus untuk Soal Nomor 8-9 Untuk menanggulangi abrasi yang semakin parah di pesisir Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sebuah kelompok masyarakat lokal yang didukung oleh pemerintah daerah dan LSM berhasil melaksanakan program restorasi mangrove skala besar. Mereka tidak hanya menanam bibit mangrove di area yang terdegradasi, tetapi juga membangun struktur hybrid engineering berupa pemecah ombak dari bambu yang diisi sedimen untuk melindungi bibit yang baru ditanam. Program ini terbukti berhasil mengurangi laju abrasi dan bahkan mengembalikan sebagian daratan yang hilang.

8. (Elemen: Cara Mitigasi dan Adaptasi terhadap Bencana Alam) Keberhasilan program di pesisir Demak menunjukkan bahwa strategi mitigasi bencana berbasis alam (Nature-based Solutions) memiliki keunggulan, yaitu... (Pilihlah semua jawaban yang benar)

9. (Elemen: Fenomena Geografi dalam Kehidupan Sehari-hari) Dalam merencanakan lokasi penanaman mangrove yang paling efektif, tim proyek dapat memanfaatkan teknologi geospasial. Pemanfaatan teknologi tersebut dapat berupa... (Pilihlah semua jawaban yang benar)

10. (Elemen: Wilayah Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekitar) Karakteristik fisik dan sosial dari sebuah kawasan TOD (Transit-Oriented Development) di kota metropolitan seperti Jakarta meliputi... (Pilihlah semua jawaban yang benar)

Bagian 3: Benar atau Salah

Stimulus untuk Soal Nomor 11-15 Program "Citarum Harum" yang dicanangkan pemerintah sejak beberapa tahun lalu merupakan upaya ambisius untuk merevitalisasi salah satu sungai paling tercemar di dunia. Program ini menggunakan pendekatan kolaboratif yang melibatkan TNI, kementerian, pemerintah daerah, industri, dan masyarakat. Salah satu strateginya adalah melakukan pemetaan digital menggunakan SIG untuk mengidentifikasi sumber-sumber polutan utama di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, mulai dari limbah industri tekstil di Majalaya hingga sampah domestik dari jutaan penduduk yang tinggal di bantaran sungai. Meskipun data KLHK pada tahun 2025 menunjukkan adanya perbaikan Indeks Kualitas Air (IKA) di beberapa segmen, tantangan utama masih terletak pada perubahan perilaku industri dan masyarakat.

11. Konsep Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi kunci dalam program "Citarum Harum" karena aktivitas di bagian hulu akan berdampak langsung ke bagian hilir.

12. Pencemaran Sungai Citarum murni disebabkan oleh faktor alam, seperti erosi dan sedimentasi, tanpa campur tangan manusia.

13. Pemetaan sumber polutan menggunakan SIG adalah contoh penerapan teknologi geospasial untuk mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan dalam manajemen lingkungan.

14. Pendekatan kolaboratif dalam program "Citarum Harum" menunjukkan bahwa penyelesaian masalah lingkungan yang kompleks memerlukan intervensi dari satu pihak saja, yaitu pemerintah pusat.

15. Perbaikan Indeks Kualitas Air (IKA) di beberapa titik membuktikan bahwa upaya revitalisasi sungai yang terdegradasi parah dapat memberikan hasil positif jika dilakukan secara konsisten dan terukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar