π±Fondasi — Cuaca vs Iklim, Lapisan Atmosfer, RadiasiKONSEP DASAR SMA
Cuaca vs Iklim vs Perubahan Iklim
Cuaca = kondisi atmosfer sesaat di satu tempat. Iklim = rata-rata cuaca minimal 30 tahun di suatu wilayah. Perubahan iklim ≠ cuaca ekstrem; dibuktikan dari pergeseran statistik jangka panjang — rata-rata, variansi, dan frekuensi kejadian ekstrem.
Lapisan Atmosfer
Ketinggian
Perubahan Suhu
Peran Kritis
Troposfer
0–12 km
Turun 6,5°C/km (lapse rate normal)
Semua cuaca terjadi di sini; 75% massa atmosfer
Stratosfer
12–50 km
Naik (ozon menyerap UV)
Lapisan ozon pelindung radiasi UV
Mesosfer
50–80 km
Turun lagi
Tempat meteor terbakar
Termosfer
80–500 km
"Tinggi" tapi molekul sangat jarang
Ionosfer: frekuensi radio memantul
Radiasi & Neraca Energi
Matahari → radiasi gelombang pendek (UV + cahaya tampak). Bumi memancarkan kembali → gelombang panjang (inframerah). Batas klasifikasi keduanya = cahaya tampak.
π Kunci Soal yang Sering DiujiCO₂ menyerap inframerah pada 12–20 mikron (gelombang panjang). Albedo terbesar = awan (~30%), bukan permukaan bumi. Proses radiasi atmosfer: transmisi + refleksi + absorpsi. "Apa yang membatasi gelombang pendek dan panjang?" → cahaya tampak.
Gas Rumah Kaca
Status
GWP 100 thn
Sumber Utama
CO₂
Gas variabel — berubah musiman
1 (referensi)
Bahan bakar fosil, deforestasi
CH₄ (Metana)
Gas variabel
~25× CO₂
Ternak, sawah, TPA, kebocoran gas
N₂O
Gas variabel
~300× CO₂
Pupuk nitrogen, ternak
N₂, O₂, Ar
Gas tetap
Nol
N₂=78%, O₂=21%, Ar=0,93%
CO₂ dominan bukan karena GWP tertinggi, tapi karena konsentrasinya jauh lebih besar dan terus meningkat.
πSirkulasi Atmosfer Global, Angin, Tipe Hujan, Klasifikasi IklimSETARA S1
Tiga Sel Konveksi Troposfer
Sel
Lintang
Gerakan Udara
Dampak Iklim Regional
Angin Permukaan
Hadley
0°–30°
Naik di ITCZ/ekuator, turun di 30°
Gurun subtropis (Sahara, Arabia) di 20–30°
Angin pasat (trade winds)
Ferrel
30°–60°
Turun di 30°, naik di 60°
Iklim sedang; Eropa Barat
Angin baratan (westerlies)
Polar
60°–90°
Naik di 60°, turun di kutub
Iklim kutub; front polar di ~60°
Angin timuran polar
π‘ Aturan Tipe Hujan per LintangHujan di 0° (ekuator) → konveksi. Di lereng gunung → orografi. Di ~60° → front (pertemuan udara panas-dingin). Di ITCZ → konvergensi. Gurun Sahara/Arabia di 20–30° = subsidensi sel Hadley (kering struktural).
Angin-Angin Utama Dunia
Nama Angin
Lintang Asal
Sifat
Angin pasat (NE/SE Trade)
30°→ ekuator
Kering, konsisten → mendorong kolam air hangat ke barat
Angin baratan (Westerlies)
30°–60°
Lembap, tidak menentu
Monsun barat (DJF)
Dari Asia → Indonesia
Lembap → hujan di Jawa-NTT
Monsun timur (JJA)
Dari Australia → Indonesia
Kering → kemarau di Jawa-NTT
π Penyebab MonsunPerbedaan kapasitas panas antara daratan dan lautan. Musim panas = daratan lebih panas → tekanan rendah → angin masuk dari laut. Bukan rotasi bumi, bukan lempeng tektonik.
↓Udara turun sisi leeward → memanas adiabatik kering (~10°C/km) → lebih cepat panas → net lebih PANAS + KERING dari sebelum naik = Efek Foehn
Inversi suhu = anomali di mana suhu naik dengan ketinggian → udara stabil, tidak ada konveksi, polusi terperangkap.
Klasifikasi Iklim
Sistem
Dasar Klasifikasi
Penggunaan Utama
Kode Penting
KΓΆppen
Suhu + curah hujan bulanan
Klasifikasi global
Af, Aw, BWh, BSk, Cfb, Dfc
Oldeman
Bulan basah & kering
Pertanian Indonesia
—
Thornthwaite
Evapotranspirasi potensial
Ketersediaan air, irigasi
—
Schmidt-Ferguson
Rasio Q = bulan kering/basah
Kehutanan Indonesia
—
Junghuhn
Ketinggian + tanaman
Iklim vertikal Jawa
—
Kode KΓΆppen yang Sering Diuji
Kode
Iklim
Wilayah Tipikal
Af
Tropis basah sepanjang tahun
Kalimantan, Amazon, Kongo
Aw
Tropis savana (musim kering)
NTT, Afrika savana
BWh
Gurun panas
Sahara, Jazirah Arab
Cfb
Lautan sedang, hujan merata
Eropa Barat, Inggris
Dfc
Subarktik, musim panas pendek
Kanada utara, Siberia
Bioma Dunia
π Prinsip UtamaPerubahan bioma dari ekuator → kutub = perubahan dari kaki gunung → puncak. Faktor penyebab kesamaan: temperatur udara (bukan tekanan, bukan curah hujan saja).
NORMALAngin pasat mendorong air hangat ke Pasifik BARAT (Indonesia) → tekanan rendah → udara naik → awan → hujan lebat
El NiΓ±oAngin pasat melemah → kolam air hangat tertahan di Pasifik Tengah-Timur (dekat Peru)
→Indonesia kehilangan sumber penguapan → tekanan udara TINGGI terbentuk di Indonesia
→Tekanan tinggi → udara subsidensi (turun) → menghambat pembentukan awan → KERING/KEMARAU
⚠️ Yang Sering Salah di SoalEl NiΓ±o → tekanan TINGGI di Indonesia (bukan rendah!). Proses di Indonesia = subsidensi/descending. Kolam air hangat bergeser ke TIMUR (Peru), bukan ke barat.
Fenomena
Mekanisme Inti
Dampak Indonesia
Contoh Tahun
El NiΓ±o
Angin pasat melemah → air hangat ke timur Pasifik
Kekeringan, kebakaran hutan, kemarau panjang
1997, 2015, 2023
La NiΓ±a
Angin pasat menguat → air hangat ke barat
Curah hujan lebih tinggi, banjir
2010, 2020–21
IOD Positif
Air hangat Samudra Hindia barat (Afrika)
Kekeringan di Indonesia bagian barat
—
IOD Negatif
Air hangat Samudra Hindia timur (dekat RI)
Curah hujan bertambah di Indonesia barat
—
Pola Curah Hujan Indonesia
Tipe
Wilayah
Ciri
Monsunal
Jawa, Bali, NTT, Nusa Tenggara
1 puncak hujan, 1 musim kering jelas. Paling banyak di selatan ekuator
Ekuatorial
Kalimantan, Sumatera tengah
2 puncak hujan per tahun
Lokal
Maluku, Papua bagian tertentu
Dipengaruhi topografi lokal
π‘ Perhitungan Curah Hujan1 mm hujan di 1 m² = 1 liter air. Contoh: luas 20 km² = 20.000.000 m². Curah hujan 50 mm → 50 × 20.000.000 = 1 miliar liter.
Pemanasan Global & Paris Agreement
Aspek
Detail
Target Paris Agreement
Suhu bumi <2°C, diusahakan <1,5°C di atas pra-industri
Kerangka
UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change)
Tonggak sejarah
KTT Rio 1992 → Protokol Kyoto 1997 → Paris Agreement 2015
Upaya Indonesia
Pengurangan emisi sektor lahan, bauran energi EBT, moratorium hutan primer
CO₂ Mauna Loa
Tren naik jangka panjang + fluktuasi musiman konsisten (naik di musim gugur/dingin)
π‘ Climate Variability vs Climate ChangeClimate variability = fluktuasi alami bersiklus (ENSO, AMO, PDO). Climate change = perubahan tren jangka panjang akibat akumulasi GRK antropogenik. ENSO = variability. Kenaikan suhu global abad ke-20 = change. Keduanya bisa terjadi bersamaan (compound event).
Es mencair → albedo turun → lebih banyak absorpsi panas → lebih banyak es mencair
Positif (memperkuat pemanasan)
Water vapor feedback
Suhu naik → lebih banyak uap air → GRK naik → suhu naik lagi
Positif
Planck feedback
Bumi panas → radiasi naik T⁴ → keseimbangan baru
Negatif (stabilizer fundamental)
Tipping point = ambang batas kritis di mana sistem iklim berubah secara irreversibel meski pemicunya dihilangkan. Contoh: es Greenland mencair, runtuhnya AMOC, kebakaran Amazon, pencairan permafrost Siberia.
Radiative Forcing
Radiative forcing (RF) = gangguan neraca energi bumi akibat faktor eksternal (W/m²). RF positif = pemanasan. RF negatif = pendinginan.
Faktor
RF (W/m²)
Arah
CO₂ (pra-industri→kini)
+1,89
Pemanasan
CH₄
~+0,54
Pemanasan
Aerosol (sulfat dari batubara)
~−0,5 hingga −1,0
Pendinginan (ketidakpastian besar)
Variasi matahari
~+0,05
Pemanasan sangat kecil
π¬ Aerosol Masking EffectAerosol sulfat dari batubara memiliki RF negatif besar. Paradoksnya, jika kita berhenti membakar batubara tiba-tiba, kita kehilangan 'pendinginan tidak sengaja' ini — suhu bisa lonjak lebih cepat jangka pendek. Ini argumen untuk transisi energi yang bertahap dan terencana.
Jet Stream & Arctic Amplification
Jet stream = aliran udara cepat di tropopause (~10 km), lintang 30–60°, bergerak karena gradien suhu tropik-kutub.
Arctic amplification: Arktika menghangat 4× lebih cepat dari rata-rata global → gradien suhu mengecil → jet stream melemah dan bergelombang → cuaca ekstrem lebih lama menetap (blocking events). Ini penjelasan ilmiah mengapa gelombang panas Eropa dan badai dingin AS makin sering.
π
KISI #1 (Lanjutan) — Oseanografi
π’ Basic
Oseanografi
Dari sifat dasar air laut hingga AMOC, kimia karbonat, dan dinamika laut dalam.
π±Fondasi — Sifat Air Laut, Arus, Pasang SurutKONSEP DASAR
Sifat Fisik & Kimia Air Laut
Sifat
Nilai Rata-rata
Faktor Pengaruh
Salinitas
~35‰
Penguapan naik → salinitas naik. Dekat sungai/hujan → turun
Suhu permukaan
Tropis ~27–29°C
Radiasi matahari, arus laut, lintang
pH
~8,1 (basa lemah)
CO₂ naik → asam karbonat naik → pH turun
Densitas
~1.025 kg/m³
Makin dingin + makin asin → makin berat → tenggelam
⚠️ Ikan Tuna & Laut JawaTidak ada ikan tuna di Laut Jawa bukan karena overfishing, tapi karena karakteristik perairan tidak sesuai (dangkal, hangat, tidak ada upwelling).
Arus Laut
Arus Permukaan (digerakkan angin)
Membentuk gyre (5 pusaran besar dunia)
Gulf Stream = arus hangat → Eropa barat lebih hangat
Upwelling pantai barat benua → ikan melimpah (Peru, Afrika Barat)
Sirkulasi Termohalin (Arus Dalam)
Digerakkan perbedaan suhu + salinitas
Global "conveyor belt" laut
Air dingin+asin tenggelam di Atlantik Utara
Mengatur iklim regional secara dramatis
π UpwellingAngin mendorong air permukaan menjauh dari pantai → air dingin kaya nutrien naik dari bawah → ikan melimpah. El NiΓ±o → upwelling Peru melemah → ikan berkurang drastis.
Pasang Surut
Tipe
Posisi Bumi-Bulan-Matahari
Amplitudo
Spring tide (pasang purnama)
Sejajar: purnama / bulan baru
Besar — pasang tertinggi, surut terendah
Neap tide (pasang perbani)
Sudut 90° antara Bulan dan Matahari
Kecil — amplitudo minimal
πSiklus Karbon Laut & PengasamanSETARA S1
Siklus Karbon di Laut
→CO₂ dari atmosfer masuk ke laut melalui pengikatan CO₂ + H₂O → asam karbonat (H₂CO₃). ~50% karbon dari fosil diserap laut.
→H₂CO₃ terurai → H⁺ bertambah → pH laut turun (pengasaman laut / ocean acidification)
→pH turun → melarutkan CaCO₃ → merusak terumbu karang dan organisme bercangkang karbonat
⚠️ Jangan TertukarPenyerapan karbon laut = pengikatan CO₂ + H₂O (reaksi kimia). Bukan fotosintesis, bukan arus laut. Siklus air + siklus sulfur bersamaan = hujan asam (berbeda dengan pengasaman laut).
Penyebab kenaikan muka air laut: (1) pencairan es daratan (Greenland + Antartika — bukan es laut!), (2) pemuaian termal air yang menghangat. Banjir rob Pantura = kenaikan muka laut + amblesan tanah (land subsidence) karena ekstraksi air tanah berlebihan.
π₯AMOC, Kimia Karbonat, Dinamika Laut DalamSETARA S2-S3
AMOC & Iklim Global
AMOC (Atlantic Meridional Overturning Circulation) = sistem sirkulasi termohalin di Atlantik yang membawa panas dari tropik ke Eropa Utara. Jika AMOC melemah atau runtuh (tipping point), Eropa Barat akan mendingin drastis meskipun rata-rata global terus menghangat.
π¬ Status Terkini (2021–2023)AMOC berada di kondisi kritis lemah dibanding ribuan tahun terakhir. Jika runtuh → restrukturisasi pola curah hujan global, kekeringan Amazon, perubahan monsun Afrika. Masih area ketidakpastian tinggi dalam sains iklim.
⚠️
KISI #2 — IGO
π‘ Intermediate
Kebencanaan & Manajemen Bencana
29 soal — prinsip siklus sederhana tapi soal berbasis kasus panjang. Dari siklus bencana dasar hingga Sendai Framework dan compound disasters.
29 soalSiklus BencanaPRBNBSSendai Framework
π±Fondasi — Definisi, Siklus, MitigasiKONSEP DASAR
Prinsip Dasar Bencana
Bencana terjadi ketika ancaman alam bertemu komunitas yang rentan. Gempa kuat di Sahara tanpa manusia = bukan bencana. Banjir kecil di kota padat = bencana besar.
π Cara Cepat Identifikasi TahapTanya: "Apakah bencana sudah terjadi?" Belum → Pra-bencana. Sedang terjadi → Tanggap darurat. Sudah selesai → Pasca-bencana.
Tahap
Sub-tahap
Aktivitas Kunci
Pra-Bencana
Pencegahan
Peraturan UU, tata ruang (RTRW), tanda peringatan, pemindahan penduduk ke zona aman
Kesiapsiagaan
Komunikasi darurat, lokasi pengungsian, peta rawan, latihan evakuasi
Tanggap Darurat
—
Evakuasi + SAR + pertolongan medis. BUKAN rehabilitasi atau rekonstruksi
Pasca-Bencana
Rehabilitasi
Pemulihan fungsi dasar: listrik, air bersih, jalan sementara
Rekonstruksi
Membangun kembali secara permanen, lebih tahan bencana
⚠️ Pencegahan vs KesiapsiagaanPencegahan = mengurangi kemungkinan bencana terjadi (membuat RTRW = pencegahan). Kesiapsiagaan = asumsi bencana AKAN terjadi, kita bersiap-siap (menyiapkan lokasi pengungsian = kesiapsiagaan).
Mitigasi Struktural vs Non-Struktural
Struktural (membangun fisik)
Memperluas zona mangrove di pantai ✅
Membangun tanggul sungai / seawall
Bangunan tahan gempa
Jalur evakuasi fisik
Sistem drainase perkotaan
Non-struktural (regulasi & kapasitas)
Membangun masyarakat sadar bencana ✅
UU zonasi bencana
Tayangan edukasi kebencanaan
Membentuk jaringan sukarelawan
Pelatihan tanggap darurat
π Mangrove = Struktural! Jangan TertipuMeskipun "alami", mangrove menahan abrasi dan tsunami secara fisik → kategori struktural. Penentu: apakah ia membangun/memperkuat struktur fisik pelindung? Jika ya = struktural.
πPRB, Kapasitas, Sistem Peringatan DiniSETARA S1
Kapasitas Menghadapi Bencana
Aspek Kapasitas
Definisi
Contoh
Fisik
Infrastruktur tahan bencana
Bangunan SNI, jalur evakuasi
Sosial
Kemampuan mengorganisasikan respons bersama
Kelompok siaga bencana kampung
Kelembagaan
Kemampuan institusi merespons bencana
BPBD yang efektif, koordinasi lintas sektor
Ekonomi
Sumber daya finansial untuk pemulihan
Dana darurat, asuransi bencana
Penyebab terbesar korban jiwa gempa = kualitas konstruksi bangunan buruk. Bukan kekuatan gempa, bukan likuifaksi.
Syarat sistem peringatan dini yang efektif: (1) Resmi dari otoritas berwenang, (2) Segera tanpa penundaan, (3) Tegas/tidak membingungkan, (4) Menjangkau masyarakat secara luas.
Prinsip tata ruang PRB: menjauhkan masyarakat dari sumber bencana (sumber bencana alam tidak bisa dipindahkan).
πΏNBS untuk PRB, Kerentanan & ExposureSETARA S1-S2
Penyebab kepunahan spesies terbesar = konversi/perubahan lahan hutan menjadi pemukiman, pertanian, atau industri. Bukan perburuan (kecuali untuk spesies tertentu seperti badak, harimau).
Kelas mutu air II = digunakan untuk irigasi pertanian (bukan air minum).
⚡Water-Energy-Food (WEF) Nexus, Energi & GeopolitikSETARA S1-S2
WEF Nexus
Air, energi, dan pangan saling bergantung secara kompleks. Menghasilkan lebih banyak pangan membutuhkan lebih banyak air dan energi (irigasi, pupuk, mesin). Menghasilkan energi (bendungan, biofuel) bisa mengurangi air dan lahan pangan. Desalinasi butuh energi besar.
Pendekatan silo (tiap sektor direncanakan terpisah) sering menghasilkan konflik. WEF nexus approach = perencanaan terintegrasi lintas sektor.
Critical minerals geopolitics: Negara kaya nikel (Indonesia), litium (Bolivia, Chile), kobalt (DRC) menjadi sangat strategis untuk baterai EV dan energi terbarukan.
π₯Circular Economy, Carbon Markets, REDD+, Just TransitionSETARA S2-S3
Circular Economy
Model circular economy: sharing → leasing → reuse → repair → refurbish → recycle. Manfaat: mengurangi sampah, emisi, eksploitasi sumber daya baru. Yang bukan manfaat: meningkatkan konsumsi baru.
Carbon Markets & REDD+
Carbon markets: cap-and-trade system; perusahaan membeli kredit karbon untuk mengkompensasi emisi. Compliance markets (EU ETS) vs voluntary markets.
REDD+: mekanisme di mana negara berkembang dibayar untuk mempertahankan hutan penyerap karbon. Isu: hak kredit karbon hutan adat, potensi "green grabbing".
π¬ Just TransitionTransisi energi bersih yang adil bagi komunitas bergantung pada industri fosil (penambang batubara, pekerja kilang). Tanpa kompensasi dan retraining, transisi menciptakan pengangguran massal di komunitas tertentu. Isu keadilan sosial yang makin penting di COP.
πΏ
KISI #4 — IGO
π΄ Advanced
Geografi Lingkungan & Pembangunan Berkelanjutan
⚠️ Hanya 2 soal di file latihan — paling sedikit! Kisi-kisinya paling luas. Menguasai ini = keunggulan kompetitif besar. Dari ekosistem dasar hingga Planetary Boundaries dan Anthropocene.
⚠️ 2 soal tapi topik luasPerjanjian InternasionalPlanetary BoundariesAnthropoceneEnvironmental Justice
π±Fondasi — Ekosistem, Pencemaran, BiodiversitasKONSEP DASAR
Ekosistem Utama & Ancamannya
Zona Ekologi
Ciri Utama
Ancaman Utama
Hutan hujan tropis
Biodiversitas tertinggi, daur nutrisi cepat
Deforestasi = ancaman biodiversitas terbesar
Terumbu karang
Biodiversitas laut tertinggi, butuh suhu 20–30°C
Bleaching akibat suhu tinggi + pengasaman laut
Mangrove
Ekotone darat-laut, nursery habitat ikan
Konversi tambak, reklamasi
Padang rumput
Karbon tersimpan di tanah (bukan biomassa)
Konversi pertanian, overgrazing
Penyebab kepunahan spesies terbesar = konversi lahan hutan menjadi pemukiman/pertanian/industri.
Pencemaran & Daur Biogeokimia
Fenomena
Penyebab
Dampak
Hujan asam
Siklus air + siklus sulfur: SO₂+NOβ dari PLTU batubara → H₂SO₄
Merusak hutan, tanah, bangunan, danau
Pengasaman laut
CO₂ → H₂CO₃ → pH turun
Terumbu karang bleaching, bivalve rusak
Eutrofikasi
N, P berlebih dari pupuk → alga meledak → O₂ habis
Dead zone, kematian ikan massal
Urban Heat Island (UHI)
Beton + AC + kendaraan kota
Suhu kota 3–5°C lebih panas dari sekitarnya
πPerjanjian Internasional & Pembangunan BerkelanjutanSETARA S1
Perjanjian & Protokol Lingkungan
Perjanjian
Tahun
Isi Utama
Rio Earth Summit
1992
UNFCCC, CBD, Agenda 21 — kerangka awal
Protokol Kyoto
1997
Target pengurangan emisi negara maju (Annex I). AS tidak meratifikasi
Paris Agreement
2015
<2°C; diusahakan <1,5°C. NDC sukarela per negara. Dalam kerangka UNFCCC
CITES
1973
Regulasi perdagangan internasional spesies terancam punah
Agenda global inklusif berkelanjutan, pengganti MDGs. 169 target
Pembangunan berkelanjutan: "memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang." Tiga pilar: Ekonomi + Sosial + Lingkungan (harus seimbang).
Konsep mengidentifikasi 9 sistem Bumi yang memiliki batas aman. Jika dilanggar, sistem Bumi bisa terdestabilisasi secara irreversibel. Pada 2023, sudah ada 6 dari 9 batas yang dilanggar: perubahan iklim, keutuhan biosfer, siklus nitrogen & fosfor, penggunaan lahan, ketersediaan air tawar, dan entitas novel (plastik, PFAS).
π¬ Sixth Mass ExtinctionKita sedang dalam sixth mass extinction — pertama dalam sejarah bumi yang disebabkan satu spesies (Homo sapiens). Laju kepunahan saat ini 1.000× lebih cepat dari laju alami. Konsekuensi: kehilangan jasa ekosistem dan cascading collapse dalam rantai makanan.
π₯Anthropocene, Environmental Justice, Earth System ScienceSETARA S2-S3
Anthropocene & Environmental Justice
π¬ AnthropoceneEra geologis baru di mana manusia menjadi kekuatan geologis dominan yang mengubah sistem Bumi. Masih diperdebatkan kapan dimulai: 1950an (Great Acceleration), 1800an (industrialisasi), atau 8.000 SM (pertanian Neolitik).
Environmental justice: beban pencemaran tidak merata — komunitas miskin, minoritas, dan negara berkembang menanggung beban terbesar meski berkontribusi paling sedikit. Afrika Sub-Sahara menderita dampak iklim terbesar meski kontribusi emisinya paling kecil.
π️
KISI #5 — IGO
π‘ Intermediate
Geomorfologi
23 soal — sering berbasis foto/gambar. Kenali agen pembentuk, bentukan akan mengikuti logika. Dari tektonik lempeng dasar hingga isostasi, seismotektonik, dan InSAR.
π±Fondasi — Batuan, Tektonik Lempeng, Garis KonturKONSEP DASAR
Tipe Batuan
Tipe Batuan
Proses
Tekstur
Contoh
Beku Intrusif
Mendingin LAMBAT dalam bumi
Berbutir kasar
Granit, Gabbro, Diorit
Beku Ekstrusif
Mendingin CEPAT di permukaan
Berbutir halus / gelasan
Basalt, Andesit, Obsidian, Riolit
Sedimen klastik
Erosi → deposisi → kompaksi
Berlapis, fragmental
Batupasir, konglomerat, batulempung
Sedimen kimia
Presipitasi kimia murni
Kristal
Halit (NaCl), evaporit
Sedimen biokimia
Organisme + kimia
Berlapis
Batugamping, batubara
Metamorf
Panas + tekanan
Foliasi/non-foliasi
Sekis, gneiss, marmer, kuarsit
⚠️ Hasil Erupsi Krakatau (Sering Diuji)Batuan yang dihasilkan: Tuff, Andesit, Basalt, Ignimbrit ✅. Yang TIDAK dihasilkan: Konglomerat ❌ — ini batuan sedimen klastik. Awan panas Merapi = aliran material piroklastik menuruni lereng, bukan awan hujan biasa.
Batas Lempeng
Tipe
Gerak
Fitur Terbentuk
Contoh
Konvergen
Saling mendekat + subduksi
Palung, gunung api, lipatan, pegunungan
Krakatau, Bukit Barisan, Andes, Himalaya
Divergen
Saling menjauh
Mid-Ocean Ridge (MOR), rift valley
Punggung Tengah Atlantik, East African Rift
Transform
Bergeser lateral
Sesar geser, gempa kuat, TIDAK ada gunung api
Sesar San Andreas (California)
π Hawaii = Hot Spot (Bukan Batas Lempeng)Kepulauan Hawaii di tengah lempeng Pasifik = hot spot dari mantle plume. Bukan di batas lempeng manapun. Pergerakan lempeng ke barat-laut → membentuk rantai kepulauan (selatan termuda, utara tertua).
Mekanisme pergerakan lempeng yang paling diterima: slab pull (lempeng tua+padat tenggelam di subduksi → menarik sisa lempeng). Lebih dominan dari konveksi mantel.
πBentang Alam per Agen, Bukti Continental DriftSETARA S1
Bentang Alam Berdasarkan Agen Pembentuk
Agen
Proses
Bentukan Khas
Catatan Soal
Angin (eolian)
Deflasi, korasi
Barchan, seif, yardang, butte, mesa
Gurun → angin paling berperan
Air sungai (fluvial)
Erosi, transportasi, deposisi
Meander, oxbow lake, delta, alluvial fan
V-valley = fluvial; U-valley = glasial
Air + batugamping
Pelarutan
Dolin, ponor, stalaktit/mite, sungai bawah tanah
Karst → kekeringan karena air meresap cepat
Es (glasial)
Erosi glasial, deposisi
U-valley, fjord, moraine, drumlin, cirque
—
Gelombang (pantai)
Abrasi, longshore drift
Wave-cut notch/platform, sea stump, spit, tombolo, barrier island
Wave-cut notch = emergent coast
Garam (salin)
Kristalisasi garam
Honeycomb weathering
Gurun + pesisir (lingkungan kaya garam). Bukan tundra!
Tektonik (struktural)
Lipatan, patahan
Hogback, cuesta, graben, horst
Urutan: Pinnacle < Butte < Mesa < Plateau
Bukti Continental Drift (Wegener)
Kecocokan garis pantai benua (jigsaw fit) — Atlantik Selatan paling jelas
Pola sabuk pegunungan lipatan purba kontinu lintas benua
Batuan sama di garis pantai berseberangan (umur radiometrik cocok)
Endapan glasial Permian di daerah yang kini beriklim tropis (India, Afrika)
Fosil Mesosaurus (reptil air tawar) di Afrika Selatan DAN Amerika Selatan
Paleomagnetisme: magnetic reversal stripes simetris di kanan-kiri punggung tengah laut
Hukum Stratigrafi Dasar
Superposisi: lapisan bawah lebih tua (kecuali ada inversi tektonik)
Cross-cutting: intrusi/sesar yang memotong lebih muda dari yang dipotong
Orisinal horizontality: lapisan sedimen awalnya terbentuk horizontal
Law of fossil: fosil yang sama = umur yang sama (biostratigrafi)
Tipe erupsi gunung api Cumbre Vieja (La Palma, Spanyol) = Strombolian. Gunung Kilimanjaro (Tanzania) ≠ batas lempeng konvergen seperti Krakatau.
Batugamping = sedimen biokimia (ada komponen biologis). Halit (garam dapur) = sedimen kimia murni dari presipitasi/evaporasi.
π₯Isostasi, Mantle Plumes, Seismotektonik Indonesia, InSARSETARA S2-S3
Isostasi & Post-glacial Rebound
Isostasi = kesetimbangan gravitasi antara kerak bumi dan mantel. Kerak benua yang lebih tebal dan ringan 'mengambang' lebih tinggi di mantel yang lebih berat dan plastis.
Post-glacial rebound: setelah es glasial raksasa mencair (~20.000 tahun lalu), kerak bumi perlahan 'bangkit'. Skandinavia masih naik ~5 mm/tahun sekarang.
π¬ InSAR & Geodesi ModernInSAR (Interferometric Synthetic Aperture Radar) mengukur deformasi kerak bumi dengan presisi milimeter dari satelit. Digunakan untuk memantau gunung api, amblesan tanah, dan laju gerak sesar aktif. Indonesia: pertemuan 3 lempeng (Indo-Australia, Eurasia, Pasifik) → gempa megathrust, gunung api, sesar aktif (Sesar Sumatra, Sesar Palu-Koro).
πΎ
KISI #6 — IGO
π’ Basic
Geografi Pertanian & Permasalahan Pangan
31 soal — terbanyak kedua. Konsep konkret dan visual. Dari Von ThΓΌnen & Revolusi Hijau dasar hingga bioteknologi pertanian dan food systems thinking.
π±Fondasi — Revolusi Pertanian, Von ThΓΌnen, Tipe PertanianKONSEP DASAR
Sejarah Revolusi Pertanian
Revolusi
Era
Lokasi Asal
Ciri Khas
Teknologi Kunci
Neolitik (Pertama)
±10.000 SM
Mesopotamia — Tigris & Efrat
Manusia berhenti nomaden, menetap, subsisten
Sistem irigasi
Kedua
1700–1900 M
Eropa
Revolusi industri → tenaga kerja pertanian ↓ drastis
Mekanisasi
Hijau
1960–70an
Global (Asia Selatan)
Lahan hampir konstan, produksi dan yield naik drastis
Bibit unggul + pupuk kimia + irigasi masif
π‘ Cara Baca Grafik Revolusi HijauDi grafik: land use (lahan) = datar sejak ~1960, tapi indeks produksi dan yield = naik tajam. Ini = bukti intensifikasi, bukan ekstensifikasi. Peningkatan 2021 juga = intensifikasi teknologi.
Teori Von ThΓΌnen — Lokasi Pertanian
Komoditas pertanian tersusun melingkar dari kota berdasarkan biaya transportasi. Asumsi: lahan homogen, satu kota terisolasi (isolated state), satu jenis transportasi primitif.
Ring (Jarak)
Komoditas
Alasan Logis
Ring I (dekat)
Hortikultura, sayuran, susu, buah
Cepat busuk → wajib dekat pasar
Ring II
Kehutanan / kayu bakar
Berat → biaya angkut tinggi per km
Ring III
Tanaman pangan (gandum, jagung)
Tahan lama → bisa dari jauh
Ring IV
Peternakan, perkebunan
Ternak bisa "berjalan sendiri" ke pasar
Ring V
Tidak diusahakan
Tidak ekonomis
⚠️ Variabel Kunci Von ThΓΌnenVariabel penentu = biaya transportasi (bukan iklim, bukan ketersediaan air, bukan tenaga kerja). Soal "komoditas paling dekat pasar" = hortikultura.
Tipe-Tipe Pertanian
Tipe
Ciri Utama
Tantangan
Subsisten
Untuk makan sendiri, skala kecil, modal minim
Akses pasar hampir nol
Shifting cultivation (ladang berpindah)
Pakai lahan → tinggalkan → kembali setelah bertahun-tahun
BUKAN nomaden — ada siklus kembali
Intensif
Lahan sempit, input tinggi/ha (pupuk, teknologi)
Modal besar, risiko hama
Ekstensif
Lahan sangat luas, input rendah/ha
Erosi tanah, bergantung cuaca
Mediteranean
Zaitun, anggur, jeruk — tahan kering
Irigasi intensif di musim kering
Perkebunan (Plantation)
Monokultur besar, orientasi ekspor
Hama mudah menyebar, deforestasi
Campuran (Mixed)
Tanaman + ternak dalam satu unit
Manajemen lebih kompleks
π Sistem AgroforestriAgrosilvopastura = 3 komponen: tanaman pangan (agro) + pohon (silva) + ternak (pastura). Agrosilvokultural = 2 komponen: tanaman + pohon. Agropastura = 2 komponen: tanaman + ternak.
77 juta orang (2019). Mayoritas di Timur Tengah dan Asia. Penyebab: kemiskinan + konflik + perubahan iklim + keterbatasan air
Krisis pangan Yaman
Konflik politik + keterbatasan pangan + kekeringan + perubahan iklim + kelangkaan air
Kelapa sawit
Asal: Afrika Barat dan Tengah. Dibawa Belanda ke Indonesia
Gandum
Asal: Mesopotamia (Tigris & Efrat). Produsen terbesar: Eropa + Asia Selatan + China
πΎDegradasi Tanah, Bioteknologi, Tahap Pembangunan RostowSETARA S1-S2
Tahap Pembangunan Rostow & Pertanian
Ketika sektor pertanian mendorong swasembada pangan DAN memunculkan industri hulu-hilir → tahap lepas landas (take off). Brasil, Meksiko, Argentina = take off. Amerika Serikat, Kanada = konsumsi massal tinggi.
Bioteknologi Pertanian: Revolusi Hijau menggunakan seleksi dan hibridisasi konvensional (non-transgen). GMO modern menggunakan rekayasa genetika (CRISPR). Keduanya bertujuan meningkatkan produktivitas tapi mekanisme dan kontroversinya berbeda.
π₯
KISI #7 — IGO
π’ Basic
Kependudukan & Dinamika Penduduk
28 soal — formula terbatas, logika linear. Dari transisi demografi dasar hingga TFR collapse Korea Selatan dan implikasi ekonomi demografis.
π Logika TransisiKematian turun DULU (teknologi medis cepat tersedia). Kelahiran turun BELAKANGAN (butuh perubahan budaya, pendidikan, ekonomi). Jeda antara keduanya = ledakan penduduk di tahap II. Ciri berpindah tahap 2→3 = tingkat pendidikan meningkat → perempuan bekerja → kelahiran turun.
Piramida Penduduk
Tipe
Bentuk
Negara Contoh
Ekspansif
Lebar di bawah (segitiga)
Indonesia, Vietnam, Brasil, Thailand
Stasioner
Relatif seimbang
AS, Australia
Konstruktif
Lebar di tengah-atas (aging)
Belanda, Jerman, Inggris, Prancis, Jepang
Anomali "bengkak"
Bengkak di usia produktif laki-laki
Qatar, UAE, Bahrain — dominasi TKA laki-laki
πMigrasi & Teori KependudukanSETARA S1
Teori & Konsep Migrasi
Konsep
Isi
Contoh
Hukum Ravenstein
Migran bergerak bertahap (jarak pendek dulu); wanita lebih banyak di jarak dekat
Kepulauan Lease → Ambon → Jakarta
Circular migration
Bolak-balik ke tempat kerja. Faktor non-ekonomi kembali = rindu keluarga
TKI berulang berangkat
Asylum seeker
Mencari suaka, belum diakui resmi
—
Refugee
Pengungsi yang sudah diakui status internasionalnya
—
Illegal migrant
Masuk tanpa prosedur resmi
Penduduk Maroko di Fuerteventura
Brain drain
Tenaga terdidik keluar negeri
Dokter Indonesia ke Australia
Reverse brain drain
Diaspora kembali ke negara asal
Korea Selatan berhasil, Jepang tidak
Myanmar: pertumbuhan penduduk kecil bukan karena anti-natalitas tapi karena migrasi keluar masif akibat konflik politik 2021.
Penduduk tumbuh geometris, pangan aritmetis → kelaparan sebagai "positive check"
Tidak memperhitungkan inovasi teknologi pertanian (Revolusi Hijau)
Marx
Masalah bukan jumlah penduduk tapi distribusi kapitalisme yang tidak adil
Terlalu ideologis
Boserup
Kepadatan mendorong inovasi ("necessity is the mother of invention")
Tidak semua tekanan penduduk menghasilkan inovasi
Korea Selatan — Krisis Demografis
TFR (Total Fertility Rate) replacement level = 2,1. Korea Selatan TFR ~0,78 (terendah di dunia 2023). Populasi akan turun dari 51 juta saat ini ke ~24 juta pada 2100 tanpa imigrasi besar.
Faktor: biaya pendidikan anak sangat mahal + ketidakpastian kerja generasi muda + perempuan menolak peran domestik tradisional + harga perumahan Seoul sangat tinggi.
πΉ
KISI #8 — IGO
π΄ Advanced
Geografi Ekonomi & Globalisasi
24 soal — teori lokasi + sistem ekonomi global yang saling berkaitan. Dari sektor ekonomi dasar hingga GVC, World Systems Theory, dan deglobalization.
24 soalVon ThΓΌnenWeberChristallerGVCWorld Systems
π±Fondasi — Sektor Ekonomi, Teori Lokasi, GDP/GNPKONSEP DASAR
Lima Sektor Aktivitas Ekonomi
Sektor
Definisi
Contoh
Primer
Ekstraksi langsung dari alam
Pertanian, tambang, perikanan, kehutanan
Sekunder
Manufaktur / pengolahan
Pabrik, kilang minyak
Tersier
Jasa umum
Perdagangan, transportasi, perbankan
Kuartener
Pengetahuan & informasi
Riset, media, teknologi informasi
Kuiner
Pengambilan keputusan tertinggi
Peneliti kloning genetika, menteri perencanaan, CEO global
Teori Lokasi — 4 Teori Wajib
Teori
Tokoh
Inti Pemikiran
Variabel Kunci
Lokasi Pertanian
Von ThΓΌnen
Komoditas melingkar dari kota berdasarkan biaya transportasi
Biaya transportasi; dekat = hortikultura, jauh = ternak/perkebunan
Lokasi Industri
Weber
Industri di titik minimasi total biaya transport bahan baku + produk
Tenaga kerja, bahan baku, pasar. TIDAK termasuk: nilai tukar mata uang
Central Place
Christaller
Threshold + range menentukan hierarki layanan
Threshold tertinggi + range terluas = rumah sakit spesialis saraf
Tahap Pembangunan
Rostow
5 tahap linear
Take off = pertanian + industri tumbuh bersamaan
Industri footloose = tidak terikat lokasi bahan baku atau pasar tertentu → bebas memilih lokasi optimal.
GDP vs GNP & Konsep Ekonomi Kunci
Konsep
Definisi
Contoh Soal
GDP/PDB
Produksi di dalam wilayah (termasuk perusahaan asing)
Pabrik Toyota di Karawang → masuk GDP Indonesia
GNP/PNB
Produksi warga negara (termasuk di luar negeri)
TKI di Malaysia → masuk GNP Indonesia
Keunggulan komparatif
Fokus produksi di mana biaya relatif paling murah
Indonesia tekstil, Jepang elektronik → saling dagang
Hilirisasi
Mengolah bahan mentah di dalam negeri sebelum ekspor
Nikel → baterai EV (bukan ekspor bijih mentah)
SEZ/KEK
Kawasan aturan bisnis khusus (bebas pajak, izin mudah)
KEK Mandalika → kepariwisataan
πGlobalisasi, Spread/Backwash, Organisasi Ekonomi DuniaSETARA S1
Spread Effect, Backwash Effect & Trickling Down
Spread effect: pertumbuhan dari pusat menyebar ke pinggiran (modal, teknologi, lapangan kerja keluar) — positif
Backwash effect: pusat menyedot modal, tenaga kerja, bahan baku dari pinggiran → ketimpangan melebar — negatif
Trickling down effect: kekayaan golongan atas mengalir ke bawah via investasi + lapangan kerja
Aglomerasi juga memiliki dampak negatif = kemacetan, polusi, harga lahan mahal (diseconomies of scale)
Organisasi Ekonomi Dunia
Organisasi
Keanggotaan
Catatan Penting
G20
19 negara + EU
>60% populasi, 75% perdagangan, 80% PDB dunia. RI presidensi 2022 di Bali
ASEM
Asia + Eropa
Asia–Europe Meeting
APEC
21 negara Asia–Pasifik
Termasuk AS, China, Jepang, Australia, Indonesia
OPEC
Pengekspor minyak
Indonesia pernah anggota, kini tidak
Silk Road
Jaringan historis lintas benua
Jalur perdagangan global tertua — contoh globalisasi awal
πΉAgglomeration Economics, World Systems TheorySETARA S1-S2
World Systems Theory (Wallerstein)
Dunia dibagi: Core (negara maju — produksi teknologi tinggi, mengeksploitasi periphery), Semi-periphery (negara berkembang industri — perantara), Periphery (negara miskin — eksportir bahan mentah, dieksploitasi core).
Kritik terhadap Rostow: negara berkembang tidak gagal karena kekurangan modal/teknologi, tapi karena sengaja dipertahankan dalam posisi periphery oleh struktur ekonomi global (dependency theory).
π¬ Hilirisasi Indonesia dalam Perspektif World SystemsHilirisasi Indonesia (ekspor nikel → baterai, bukan bijih) = upaya bergerak dari periphery ke semi-periphery dengan menambah nilai tambah di dalam negeri. Secara teoritis sesuai world systems approach.
π₯Global Value Chains (GVC), DeglobalizationSETARA S2-S3
Global Value Chains (GVC)
GVC = rantai aktivitas dari desain → produksi komponen → perakitan → distribusi → purnajual, tersebar di berbagai negara. Nilai tertinggi ada di ujung rantai: R&D dan branding (senyum kurva/smiling curve).
Smartphone: desain di AS (Apple) → chip di Taiwan/Korea → perakitan di China/Vietnam → dijual global. Indonesia banyak berada di tengah kurva (assembly, low value).
π¬ Deglobalization TrendPasca-COVID-19 dan perang dagang AS-China, muncul: reshoring (membawa produksi pulang), nearshoring (ke negara tetangga), friend-shoring (ke negara aliansi geopolitik). Ini mengubah lanskap GVC dan membuka peluang baru bagi negara berkembang yang beraliansi tepat.
π️
KISI #9 — IGO
π΄ Advanced
Geografi Pembangunan & Teori Keruangan
⚠️ Hanya 5 soal di file latihan — tapi kisi-kisi sangat luas! Potensi besar keluar lebih banyak di ujian. Dari Rostow dasar hingga Post-Development Theory, MPI, dan Doughnut Economics.
⚠️ 5 soal tapi potensi besarRostowMPIDoughnut EconomicsPost-Development
π±Fondasi — Teori Pembangunan, Kemiskinan, Pertumbuhan WilayahKONSEP DASAR
Tahap Pembangunan Rostow
Tahap
Nama
Ciri Khas
Negara Contoh
1
Tradisional
Pertanian subsisten, feudal
Negara termiskin
2
Pra-lepas landas
Investasi mulai masuk, infrastruktur dasar
Sebagian Afrika
3
Take off
Pertanian + industri tumbuh bersamaan, swasembada + industri hulu-hilir
Brasil, Meksiko, Argentina
4
Menuju kedewasaan
Diversifikasi industri, ekspor teknologi
Korea Selatan, China
5
Konsumsi massal tinggi
Standar hidup tinggi
AS, Kanada, Eropa Barat
Teori Pertumbuhan Wilayah
Teori
Tokoh
Inti
Cumulative Causation
Myrdal
Pusat makin maju, pinggiran makin tertinggal → spread vs backwash
Growth Pole
Perroux
Kutub pertumbuhan mendorong perkembangan sekitarnya
Dependency Theory
Frank
Negara berkembang sengaja dipertahankan sebagai periphery
π Vicious Circle of PovertyKemiskinan multidimensi dan saling mengunci. Tahap awal keluar = menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Bukan investasi saham, bukan memperbaiki rumah dulu.
Pola Pertumbuhan Wilayah
Konsep
Definisi
Contoh
Megalopolis
Beberapa metropolitan besar menyatu
Boston–NY–Washington DC (BosWash), Tokyo–Osaka (Tokaido)
Growth pole / center
Pusat pertumbuhan yang mendorong perkembangan sekitarnya
Dasar kebijakan kawasan industri
Agropolitan
Desa sebagai pusat pertumbuhan berbasis pertanian
Strategi pembangunan pedesaan Indonesia
Tindakan afirmatif paling efektif mengurangi kesenjangan urban-rural = peningkatan akses pendidikan dan kesehatan di wilayah tertinggal.
MPI = mengukur kemiskinan bukan hanya dari pendapatan, tapi dari 10 indikator dalam 3 dimensi: kesehatan, pendidikan, dan standar hidup (UNDP + Oxford OPHI).
MPI menangkap aspek kemiskinan yang GDP per kapita tidak bisa: seseorang bisa di atas garis kemiskinan uang tapi tetap miskin dalam hal akses sanitasi, listrik, atau pendidikan anak.
Keterbatasan Koefisien Gini: (1) dua distribusi berbeda bisa menghasilkan Gini sama, (2) tidak menangkap kekayaan negatif (utang), (3) sektor informal sulit diukur, (4) tidak mencerminkan mobilitas sosial lintas generasi.
π₯Post-Development Theory, Green Economy, Doughnut EconomicsSETARA S2-S3
Post-Development & Doughnut Economics
Post-development theory (Arturo Escobar, Wolfgang Sachs): kritik terhadap konsep 'pembangunan' sebagai tujuan universal. Argumen: 'pembangunan' gaya Barat menghancurkan pengetahuan lokal dan cara hidup tradisional. Alternatif: Buen Vivir (Bolivia/Ecuador) — kesejahteraan harmonis dengan alam.
π¬ Doughnut Economics (Kate Raworth, 2017)Pembangunan harus berada dalam batas sosial (dasar: makan, air, kesehatan, pendidikan) DAN batas ekologis (langit-langit: iklim, keanekaragaman hayati, nitrogen). Amsterdam adalah salah satu kota pertama yang mengadopsi kerangka ini secara resmi untuk perencanaan kota.
π️
KISI #10 — IGO
π‘ Intermediate
Geografi Kota, Peremajaan & Perencanaan Kota
21 soal — model kota mudah dipahami. Fenomena modern perlu pemahaman sosial-ekonomi dinamis. Dari model Burgess-Hoyt hingga urban metabolism, smart city, dan planetary urbanization.
21 soalModel KotaBid-RentGentrifikasiTODSmart City
π±Fondasi — Model Struktur Kota, Bid-Rent, Fenomena UrbanKONSEP DASAR
Tiga Model Klasik Struktur Kota
Model
Tokoh
Pola
Asumsi
Contoh
Konsentris
Burgess
5 cincin melingkar dari CBD ke luar
Kota datar, aksesibilitas sama semua arah
Chicago 1920an
Sektoral
Hoyt
Irisan/sektor dari CBD
Aksesibilitas bergantung jalur transport
Kota dengan rel kereta
Multi-nuklei
Harris & Ullman
Banyak pusat kegiatan
Kota besar modern, banyak CBD
Washington DC, Cleveland = polycentric
Bid-Rent Theory (Alonso)
Harga lahan tertinggi di CBD → menurun ke pinggiran. Siapa yang mampu bayar paling tinggi di CBD? → Retail/komersial.
Urutan dari CBD ke luar: retail → industri → perumahan → pertanian (bid terendah tapi area terluas). Di kota radius 40km, guna lahan terluas = agriculture.
Fenomena Kota Modern
Fenomena
Definisi
Dampak
Gentrifikasi
Kawasan kumuh diremajakan kelompok berpendapatan tinggi → harga naik → warga asli tergusur secara ekonomi
+ Pajak pemerintah naik. − Warga asli terusir
TOD
Transit Oriented Development — pembangunan padat mixed-use di sekitar simpul transportasi umum
Mengurangi ketergantungan kendaraan, emisi turun
Leapfrog
Pembangunan baru loncat melewati lahan kosong
Urban sprawl, inefisiensi infrastruktur
Urban doughnut
CBD berkurang penduduk, pinggiran tumbuh
Akibat suburbanisasi
Segregasi
Pemisahan komunitas berbeda kualitas/ras/ekonomi
Gated communities, edge cities
15-Minute City
Semua kebutuhan dalam 15 menit berjalan kaki
Paris, Amsterdam → emisi transportasi turun
Urban Renewal — 3 Bentuk
Rehabilitasi = memperbaiki bangunan rusak tanpa membongkar
Redevelopment = membongkar dan membangun ulang
Konservasi = menjaga nilai warisan / heritage
Gentrifikasi adalah salah satu bentuk redevelopment yang dipicu mekanisme pasar.
Vicious circle of poverty: kemiskinan multidimensi. Tahap awal keluar = menempuh pendidikan.
Mengurangi kesenjangan pembangunan urban-rural = tindakan afirmatif berbasis peningkatan akses pendidikan dan kesehatan di wilayah tertinggal.
Dampak negatif aglomerasi: kemacetan, polusi, harga lahan mahal, biaya hidup tinggi (diseconomies of scale). Ini menjelaskan mengapa industri tertentu mulai relokasi ke kota tier-2.
π️Urban Metabolism, Smart City, Compact City, SegregasiSETARA S1-S2
Urban Metabolism & Smart City
Urban metabolism = analogi kota sebagai organisme yang mengonsumsi energi, air, makanan, dan menghasilkan limbah. Menghitung neraca input-output kota membantu merancang kota lebih efisien.
Smart city = mengintegrasikan teknologi (IoT, big data, AI) ke infrastruktur kota: transportasi pintar, manajemen energi cerdas, layanan publik digital. Contoh: Songdo (Korea), Barcelona (smart district).
Compact city = kota dengan densitas tinggi + mixed use + transportasi umum efisien → mengurangi penggunaan kendaraan dan emisi. Kontras dengan urban sprawl (densitas rendah, bergantung mobil).
π₯Right to the City, Planetary UrbanizationSETARA S2-S3
Right to the City (Lefebvre & Harvey)
'Right to the city' (Henri Lefebvre, 1968) = hak semua warga kota untuk membentuk, mengakses, dan menggunakan ruang kota secara adil. David Harvey: hak kolektif untuk mengubah diri melalui mengubah kota. Gentrifikasi = pelanggaran right to the city karena menggusur hak warga asli.
π¬ Planetary Urbanization (Brenner & Schmid)Konsep 'kota' sebagai entitas teritoris terbatas sudah usang. 'Planetary urbanization' = proses urbanisasi meresap ke seluruh wilayah bumi, termasuk pedesaan yang menyuplai sumber daya untuk kota. Urban-rural bukan dua dunia terpisah, tapi satu sistem terintegrasi.
✈️
KISI #11 — IGO
π΄ Advanced
Pariwisata & Manajemen Pariwisata
16 soal — soal sering menggabungkan Butler, Doxey, 4A dalam satu kasus panjang. Dari konsep dasar hingga dark tourism, overtourism, dan geopolitics of tourism.
16 soal4AButler Life CycleDoxey IrridexMICEDark Tourism
π±Fondasi — 4A, Butler Life Cycle, Doxey IrridexKONSEP DASAR
4A Pariwisata
A
Definisi
Contoh dari Soal
Attraction
Daya tarik yang membuat wisatawan MAU datang (alam, budaya, buatan)
Pantai Tanjung Kelayang, Museum Laskar Pelangi, Wat Arun
Accessibility
Kemudahan menjangkau destinasi (transportasi)
Qatar Airways sebagai hub internasional, bandara, jalan
Amenities
Fasilitas selama di destinasi
Hotel, restoran, pusat perbelanjaan
Ancillary
Layanan pendukung tambahan
Bank/money changer, asuransi perjalanan, informasi wisata
St. Patrick's Day Irlandia = "something to do" (festival = aktivitas). "Something to see" = atraksi visual. "Something to buy" = souvenir/belanja. "Something to write" bukan konsep standar 4A.
Butler Tourism Area Life Cycle
1Exploration: sedikit wisatawan, fasilitas sangat terbatas, masyarakat belum terpengaruh. Contoh: Kota Sawahlunto mulai pariwisata
2Involvement: masyarakat lokal mulai berinvestasi, pola kunjungan terbentuk
3Development: investasi besar eksternal masuk, fasilitas berkembang pesat, branding kuat
4Consolidation: pariwisata = motor ekonomi utama, pertumbuhan melambat. Heritage shop diperbaiki fasad = Consolidation/Rejuvenation
5Stagnation: jumlah turis menurun, fasilitas memburuk, daya saing turun. "Pariwisata pendukung utama + turis menurun + fasilitas menurun" = Stagnation
6Decline/Rejuvenation: penurunan total ATAU inovasi → kebangkitan kembali
Doxey Irridex — Reaksi Masyarakat terhadap Pariwisata
Tahap
Reaksi Masyarakat
Contoh Kasus
Euphoria
Gembira, sambut wisatawan terbuka
Destinasi baru dibuka
Apathy
Wisatawan = hal biasa, hubungan murni komersial
Destinasi matang, transaksional
Irritation
Mulai tidak puas, kepadatan terasa, belum konflik terbuka
Overtourism mulai terasa
Antagonism
Protes terbuka, konflik wisatawan vs masyarakat
Bali vs turis Rusia/Ukraina — protes viral di media sosial
⚠️ BUKAN Keunggulan MICE"Membutuhkan atraksi wisata tertentu" = BUKAN keunggulan, ini justru syarat/kebutuhan MICE. Akomodasi yang menyasar allocentric = adventure/ecotourism yang tidak standar.
✈️Overtourism, Carrying Capacity, Political Economy of TourismSETARA S1-S2
Overtourism & Carrying Capacity
Carrying capacity pariwisata: jumlah maksimum pengunjung yang dapat ditampung tanpa merusak lingkungan fisik, sosial, budaya, atau ekonomi destinasi.
Venice, Barcelona, Amsterdam, Bali: semua menghadapi overtourism dengan manifestasi berbeda. Solusi: batas kuota harian (Venice), pajak wisatawan, redistribusi ke destinasi alternatif.
Possibilisme: efek kumulatif di lanskap situs warisan UNESCO = konsep possibilisme (manusia memilih cara memanfaatkan lingkungan). Bukan determinisme lingkungan.
Enclave tourism: wisatawan tinggal dan berbelanja di resort terisolasi, hampir tidak ada uang yang 'bocor' ke ekonomi lokal. Kontras dengan community-based tourism.
π₯Dark Tourism, Geopolitics of TourismSETARA S2-S3
Dark Tourism & Geopolitik Pariwisata
Dark tourism (John Lennon & Malcolm Foley, 1996) = wisata ke tempat yang terkait kematian, tragedi, atau kejahatan: Auschwitz, Ground Zero, Chernobyl, Hiroshima. Motivasi: rasa ingin tahu, pendidikan, penghormatan, grief processing.
π¬ Geopolitics of TourismPariwisata sangat sensitif terhadap geopolitik: sanksi internasional menghancurkan pariwisata Iran dan Rusia. Normalisasi diplomatik membuka destinasi baru. Soft power: Korea Selatan (K-pop tourism), Jepang (Cool Japan), Dubai (merek mewah). Ini instrumen geopolitik yang sering diabaikan.
π
KISI #12 — IGO
π΄ Advanced
Geografi Budaya & Identitas Regional
9 soal — paling abstrak. Dari difusi budaya dasar hingga postkolonialisme, decolonizing geography, dan geografi feminis.
9 soalDifusi BudayaAkulturasiPossibilismePostkolonialismeSense of Place
π±Fondasi — Difusi Budaya, Akulturasi, Elemen KebudayaanKONSEP DASAR
Tipe Difusi Budaya
Tipe Difusi
Mekanisme
Contoh
Contagious/Expansion
Menyebar dari sumber ke arah luar, sumber tetap ada
TikTok Dance Challenge → global
Hierarchical
Kota besar → kota kecil → desa
Mode fashion Paris → London → kota regional
Stimulus
Ide dasarnya menyebar, dimodifikasi sesuai lokal
McDonald's → menu lokal berbeda tiap negara
Relocation
Dibawa oleh migran yang pindah, sumber melemah
Bahasa imigran di negara tujuan
Proses Interaksi Budaya
Proses
Definisi
Contoh
Akulturasi
Dua budaya bertemu → percampuran → budaya baru (keduanya masih ada)
Candi Borobudur (Hindu-Budha + Jawa), wayang kulit, musik blues
Asimilasi
Satu budaya diserap yang lain → budaya asli melemah/hilang
Imigran gen-3 yang tidak lagi berbahasa asal
Integrasi
Budaya berbeda berdampingan, saling menghormati
Masyarakat multietnik Bali di peta = integrasi
Separasi
Budaya memisahkan diri dari arus utama
Komunitas adat yang menolak modernisasi
Possibilisme
Manusia MEMILIH cara memanfaatkan lingkungan (≠ determinisme: alam menentukan perilaku)
Lanskap UNESCO = efek kumulatif pilihan manusia = possibilisme
Transhumance
Migrasi musiman ternak dari dataran rendah ke tinggi dan sebaliknya
Penggembala di Alps, Andes
Bahasa & Elemen Kebudayaan
Keluarga bahasa Indo-Eropa: Portugis, Bengali, Jerman, Hindi, Spanyol, Prancis, Rusia. Yang BUKAN = Basque (bahasa isolat, asal-usul misterius), Finlandia, Arab, Cina, Jepang, Swahili
Elemen estetika kebudayaan Irlandia (menurut Cateora) = tari tradisional (bukan bahasa, bukan literatur, bukan makanan)
Kreol Amerika = perpaduan bahasa Spanyol + bahasa asli Amerika
Musik blues = akulturasi Afrika-Amerika (bukan asimilasi)
Identitas regional tidak hanya ditentukan ras/bahasa, tapi juga sejarah, agama, geografi, dan memori kolektif. Teori Griffith Taylor: perkembangan manusia dari satu titik asal (Afrika) dengan variasi adaptasi regional.
πCritical Human Geography, Sense of Place, PlacelessnessSETARA S1-S2
Critical Human Geography & Place
Critical human geography: menganalisis bagaimana ruang dan tempat dibentuk oleh relasi kekuasaan — kapitalisme, patriarki, kolonialisme, rasisme. Tidak ada ruang yang 'netral'.
Sense of place (Yi-Fu Tuan): keterikatan emosional manusia dengan tempat tertentu.
Placelessness (Edward Relph): kehilangan identitas lokal karena homogenisasi global (semua kota punya mall yang sama, hotel yang sama, restoran fast food yang sama).
Postkolonialisme: menganalisis bagaimana warisan kolonialisme masih membentuk geografi dunia saat ini — batas negara yang ditarik sembarangan penjajah, hierarki pengetahuan, dan ketimpangan ekonomi dari ekstraksi kolonial.
π¬ Decolonizing GeographyGerakan mengkritisi bagaimana teori-teori geografis mainstream (kebanyakan dibuat geograf Eropa/AS abad 19-20) mencerminkan bias budaya mereka. Mendorong pengakuan terhadap pengetahuan lokal (indigenous knowledge), perspektif Global South, dan pengalaman kelompok marginal.
πΊ️
LINTAS KISI — IGO
π’ Basic — Dipakai di Semua Topik
Peta, SIG & Penginderaan Jauh
22 soal langsung, tapi kemampuan membaca peta digunakan di hampir semua soal. Dari skala & kontur dasar hingga NDVI, InSAR, spatial statistics, dan digital twins.
22 soal langsungLintas semua topikNDVIInSARSpatial StatisticsDigital Twins
π±Fondasi — Skala, Jenis Peta, Garis Kontur, ProyeksiKONSEP DASAR
Skala & Jenis Peta
Jenis Peta
Skala
Kegunaan
Catatan
Kadaster
1:100 – 1:5.000
Batas persil tanah, sertifikat, PBB
Tujuan utama: batas persil tanah
Peta besar
1:5.000 – 1:25.000
Rencana detail kawasan, topografi
Bangunan individu terlihat
Peta menengah
1:25.000 – 1:250.000
Rupa bumi Indonesia (standard)
Peta topografi nasional
Peta kecil
>1:250.000
Regional, nasional
Generalisasi tinggi
π Menghitung Panjang Jalan BerlikuGunakan skala batang (bukan angka skala, bukan grid). Skala batang dapat mengikuti lekukan jalan. Grid = untuk menghitung luas area.
⚠️ Zoom Digital ≠ Mengubah SkalaMemperbesar tampilan peta di layar (zoom in) tidak mengubah skala peta. Generalisasi peta terjadi saat skala diperkecil (bukan saat diperbesar tampilan).
Garis Kontur
Situasi
Interpretasi
Kontur rapat
Lereng curam → aliran sungai deras
Kontur renggang
Lereng landai → aliran lambat
Kontur bertemu sungai
Membentuk huruf V menunjuk ke hulu (elevasi lebih tinggi). Ingat: V = Valley
Perbedaan ketinggian desa
Baca dari garis kontur (bukan warna, bukan simbol lain)
Jarak nyata = jarak di peta × penyebut skala
Azimut = sudut dari utara (0°) searah jarum jam, diukur 0°–360°
Elemen Peta yang Sering Diuji
Legenda: kunci simbol (bukan membantu cari letak objek)
Indeks: membantu mencari letak kota/sungai/gunung pada peta
Skala batang: digunakan untuk mengukur jarak berliku pada peta
Angka skala: perbandingan jarak peta : jarak nyata
Proyeksi Peta
Proyeksi
Sifat Dipertahankan
Kegunaan
Distorsi
Mercator
Arah/sudut (conform)
Navigasi laut — rhumb line = garis lurus
Jarak di lintang tinggi sangat terdistorsi (Greenland tampak sebesar Afrika)
Karakteristik kunci SIG = mengelompokkan data geospasial dalam lapisan (layer) yang dapat dianalisis bersama. GNSS/GPS = menentukan posisi di mana saja, kapan saja, dalam cuaca apa pun. Bukan untuk pengukuran bawah laut.
Vegetasi sehat menyerap cahaya tampak (fotosintesis) tapi memantulkan NIR (near-infrared, 700–1100 nm). Ini dasar dari:
NDVI = (NIR − Red) / (NIR + Red)
Nilai mendekati 1 = vegetasi lebat dan sehat. Nilai mendekati 0 = tanah kosong/kering. Nilai negatif = air.
SAR (Synthetic Aperture Radar): dapat menembus awan dan malam hari → sangat berguna di daerah tropis. InSAR (interferometri) = mengukur deformasi tanah dengan presisi milimeter dari satelit.
GIS Analysis & Spatial Statistics
Spatial autocorrelation (Tobler's First Law): "everything is related to everything else, but near things are more related than distant things." Diukur dengan Moran's I. Positif → clustering. Negatif → dispersi.
Kernel density estimation: memvisualisasikan kepadatan distribusi titik secara spasial. Digunakan untuk analisis kejahatan, penyebaran penyakit, distribusi industri.
π₯Neogeography, VGI, Digital TwinsSETARA S2-S3
Revolusi Data Geospasial
Neogeography: demokratisasi pembuatan peta oleh siapa saja (Google Maps, OpenStreetMap). Mengubah geografi dari ilmu eksklusif menjadi praktik sehari-hari.
VGI (Volunteered Geographic Information): data geografis yang dikontribusikan sukarela oleh pengguna (foto geotagged, check-in, Wikipedia, OSM). Kualitas bervariasi tapi jumlahnya masif.
π¬ Digital Twins & Smart CitiesDigital twin kota = model virtual real-time dari kota fisik, diperbarui terus-menerus oleh data sensor IoT. Memungkinkan simulasi: 'bagaimana jika kita tutup jalan ini?' atau 'bagaimana banjir menyebar jika hujan 100mm?' Singapore Virtual Singapore = salah satu digital twin kota paling lengkap di dunia. Implikasi: perencanaan kota berbasis data real-time.
π―
PANDUAN BELAJAR
Strategi Belajar Olimpiade Geografi
Pendekatan konseptual berbasis pemahaman — bukan hafalan mati. Disusun dari analisis pola soal nyata IGO.
Rumus & Formula Wajib Dikuasai
Formula
Rumus
Contoh Penggunaan
Doubling Time
≈ 70 ÷ r (%/tahun)
Indonesia r=1,25% → DT = 56 tahun → ~2076
Dependency Ratio
(0-14 + 65+) ÷ 15-64 × 100
DR 48,4 = tiap 100 produktif menanggung 48 orang
Risiko Bencana
Ancaman × Kerentanan ÷ Kapasitas
PRB fokus turunkan V, naikkan C
NDVI
(NIR − Red) / (NIR + Red)
Mendekati 1 = vegetasi sehat dan lebat
Curah hujan × luas
1 mm di 1 m² = 1 liter
50 mm di 20 km² = 1 miliar liter
Jarak nyata
Jarak peta × penyebut skala
5 cm × 25.000 = 125.000 cm = 1,25 km
6 Strategi Kunci Belajar IGO
π
Nalar Kausal
Selalu tanya "mengapa?" sebelum "apa?". El NiΓ±o bukan sekadar "kemarau" — ia punya rantai sebab-akibat dari sirkulasi Walker hingga subsidensi udara di Indonesia.
✏️
Gambar > Hafalan
Sketsa sirkulasi atmosfer, model kota Burgess, Von ThΓΌnen, siklus karbon. Gambar memaksa otak memahami hubungan spasial, bukan sekadar mengingat kata.
π
Konteks Indonesia
Banyak soal berbasis konteks Indonesia: iklim monsunal, Ring of Fire, laut nusantara, pertanian tropis. Hubungkan konsep global dengan realita lokal.
π
Baca Data & Grafik
IGO banyak memberi data, grafik, peta, citra. Latihan membaca tren, membandingkan kolom, menarik kesimpulan dari visualisasi — bukan hafalan fakta.
π·️
Kuasai Terminologi
Beberapa istilah teknis harus tepat: gentrifikasi ≠ urban renewal, subsidensi ≠ konvergensi, mitigasi struktural ≠ non-struktural. Pelajari definisi dengan contoh konkret.
π
Hubungkan Antar Topik
Iklim → pertanian → ekonomi → penduduk → kota. Semua terhubung. Soal IGO sering meminta integrasi multi-topik dalam satu pertanyaan berbasis kasus.
Distribusi Soal & Prioritas Belajar
Kisi-Kisi
Jumlah Soal
Level
Prioritas
☁️ Iklim & Atmosfer
42 soal
π’ Basic
⭐⭐⭐⭐⭐ SANGAT TINGGI
πΎ Geografi Pertanian
31 soal
π’ Basic
⭐⭐⭐⭐⭐ SANGAT TINGGI
⚠️ Kebencanaan
29 soal
π‘ Intermediate
⭐⭐⭐⭐ TINGGI
π₯ Kependudukan
28 soal
π’ Basic
⭐⭐⭐⭐ TINGGI
⚡ Sumberdaya
26 soal
π‘ Intermediate
⭐⭐⭐⭐ TINGGI
πΉ Geografi Ekonomi
24 soal
π΄ Advanced
⭐⭐⭐⭐ TINGGI
π️ Geomorfologi
23 soal
π‘ Intermediate
⭐⭐⭐⭐ TINGGI
πΊ️ Peta & SIG
22 soal
π’ Basic
⭐⭐⭐⭐ TINGGI
π️ Geografi Kota
21 soal
π‘ Intermediate
⭐⭐⭐ SEDANG
✈️ Pariwisata
16 soal
π΄ Advanced
⭐⭐⭐ SEDANG
π Geografi Budaya
9 soal
π΄ Advanced
⭐⭐ SEDANG
π️ Pembangunan
5 soal
π΄ Advanced
⭐⭐⭐ PERLU PERHATIAN (potensi besar keluar)
πΏ Geo. Lingkungan
2 soal
π΄ Advanced
⭐⭐⭐ PELUANG KEUNGGULAN (kandidat lain kurang)
Pola Soal yang Paling Sering Muncul
π 10 Topik Soal Paling Sering
El NiΓ±o/La NiΓ±a & dampak terhadap Indonesia — hampir selalu ada
Sirkulasi Walker & pergeseran kolam air hangat
Neraca radiasi: albedo awan, gelombang pendek/panjang, gas rumah kaca
Von ThΓΌnen: komoditas mana yang paling dekat pasar (hortikultura!)
Transisi demografi: baca piramida penduduk, identifikasi tahap negara
Model kota: Burgess vs Hoyt vs Harris-Ullman, polycentric city
Butler Tourism Life Cycle: identifikasi tahap dari deskripsi kasus
Doxey Irridex: identifikasi reaksi masyarakat (Bali = Antagonism)
Mitigasi bencana: struktural vs non-struktural, mangrove = struktural!
Paris Agreement: target 1,5°C dan 2°C, UNFCCC, NDC
Konsep yang Paling Sering Disalahpahami
Yang Sering Salah
Yang Benar
El NiΓ±o → tekanan rendah di Indonesia
El NiΓ±o → tekanan TINGGI di Indonesia (subsidensi)
Mangrove = mitigasi non-struktural
Mangrove = mitigasi struktural (membangun fisik)
Batu bara terbarukan karena berlimpah
Batu bara tak terbarukan karena butuh jutaan tahun terbentuk
"Membutuhkan atraksi tertentu" = keunggulan MICE
Itu syarat MICE, bukan keunggulan
Angka kematian bayi masuk komponen IPM
IPM = harapan hidup + pendidikan + PNB. Angka kematian bayi tidak masuk
Shifting cultivation = nomaden
Shifting cultivation = ada siklus kembali, bukan nomaden permanen
Konglomerat = hasil erupsi gunung api
Konglomerat = batuan sedimen klastik. Yang dihasilkan erupsi = tuff, andesit, basalt