Rabu, 01 Oktober 2025

TKA GEO EPS. 4

Latihan Soal Geografi Interaktif (V4)

📝 Latihan Soal Geografi Interaktif

Analisis Interaksi Keruangan dan Kebijakan Lingkungan

Bagian 1: Pilihan Ganda (A-E)

Stimulus untuk Soal Nomor 1-2 Peresmian dan operasionalisasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung "Whoosh" pada akhir 2024 secara fundamental mengubah interaksi keruangan antara dua wilayah metropolitan tersebut. Waktu tempuh yang terpangkas menjadi kurang dari satu jam memunculkan fenomena super-commuter, yaitu orang yang tinggal di Bandung namun bekerja di Jakarta atau sebaliknya. Hal ini memicu perkembangan pesat di sekitar stasiun-stasiun seperti Halim, Padalarang, dan Tegalluar, di mana terjadi lonjakan harga tanah dan konversi lahan pertanian menjadi properti komersial dan hunian.

1. (Elemen: Wilayah Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekitar) Dampak operasionalisasi kereta cepat "Whoosh" terhadap konsep wilayah Jakarta dan Bandung adalah...

2. (Elemen: Interaksi Antarfaktor/Gejala Fisik Alam dan Manusia) Lonjakan harga tanah dan konversi lahan pertanian di sekitar stasiun kereta cepat merupakan contoh nyata dari interaksi di mana...

Stimulus untuk Soal Nomor 3 Laporan investigasi Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) pada tahun 2025 menyoroti dampak destruktif dari Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di DAS Batanghari, Jambi. Para penambang menggunakan merkuri (air raksa) untuk memisahkan emas dari bebatuan, dan limbahnya langsung dibuang ke sungai. Akibatnya, terjadi kontaminasi logam berat pada air sungai, sedimen, dan ikan. Masyarakat yang mengonsumsi ikan dari sungai tersebut berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan serius, seperti kerusakan saraf.

3. (Elemen: Proses-proses yang Mempengaruhi Lingkungan Fisik dan Sosial) Proses pencemaran merkuri di DAS Batanghari yang masuk ke dalam rantai makanan dan terakumulasi dalam tubuh organisme hidup dikenal sebagai...

Stimulus untuk Soal Nomor 4 Pada awal 2025, terjadi bencana tanah longsor di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, setelah hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari. Analisis geologi menunjukkan bahwa lokasi longsor berada di lereng dengan kemiringan curam yang sebagian besar telah beralih fungsi dari hutan menjadi kebun sayur semusim. Kurangnya vegetasi berakar dalam membuat tanah menjadi jenuh air dan mudah longsor.

4. (Elemen: Cara Mitigasi dan Adaptasi terhadap Bencana Alam) Mengingat penyebab utama longsor adalah alih fungsi lahan di lereng curam, upaya mitigasi non-struktural (tanpa pembangunan fisik) yang paling fundamental untuk mencegah kejadian serupa di masa depan adalah...

5. (Elemen: Fenomena Geografi dalam Kehidupan Sehari-hari) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan program Kampung Nelayan Cerdas (KNC). Dalam program ini, nelayan dibekali aplikasi smartphone yang terintegrasi dengan data satelit oseanografi. Aplikasi ini dapat menampilkan Peta Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) berdasarkan data suhu permukaan laut, klorofil-a, dan arus laut. Aplikasi ini merupakan contoh konkret pemanfaatan...

Bagian 2: Pilihan Ganda Kompleks (Pilih 3 Jawaban Benar)

Stimulus untuk Soal Nomor 6-7 Di sekitar stasiun kereta cepat Tegalluar, Kabupaten Bandung, kini mulai bermunculan klaster-klaster perumahan baru, apartemen, dan ruko. Pemerintah daerah merencanakan kawasan ini sebagai "kota baru" yang mengusung konsep Transit-Oriented Development (TOD). Rencana tata ruangnya menekankan pada kepadatan tinggi, penggunaan lahan campuran (mixed-use), dan konektivitas pejalan kaki yang terintegrasi langsung dengan stasiun.

6. (Elemen: Wilayah Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekitar) Berdasarkan deskripsi, tiga karakteristik utama yang akan membentuk wilayah "kota baru" Tegalluar sebagai sebuah kawasan TOD adalah...

7. (Elemen: Interaksi Antarfaktor/Gejala Fisik Alam dan Manusia) Pembangunan masif di kawasan Tegalluar, yang dulunya merupakan lahan persawahan subur (faktor fisik), akan memicu interaksi dan konsekuensi berupa...

Stimulus untuk Soal Nomor 8-9 Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) yang diluncurkan pemerintah mulai aktif beroperasi pada tahun 2025. Salah satu unit karbon yang diperdagangkan berasal dari proyek REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) di Kalimantan. Sebuah perusahaan yang memiliki hutan konservasi berhasil mencegah deforestasi, kemudian menghitung jumlah karbon yang berhasil diserap oleh hutannya. Jumlah serapan karbon ini kemudian dijual sebagai "kredit karbon" kepada industri yang menghasilkan emisi tinggi.

8. (Elemen: Interaksi Antarfaktor/Gejala Fisik Alam dan Manusia) Mekanisme perdagangan karbon ini menunjukkan adanya interaksi kompleks yang meliputi...

9. (Elemen: Fenomena Geografi dalam Kehidupan Sehari-hari) Agar sistem perdagangan karbon ini kredibel dan transparan, teknologi geospasial memegang peranan krusial. Tiga pemanfaatan teknologi geospasial dalam konteks ini adalah...

10. (Elemen: Cara Mitigasi dan Adaptasi terhadap Bencana Alam) Sebuah sistem Peringatan Dini Longsor (Landslide Early Warning System - LEWS) yang komprehensif dipasang di wilayah rawan bencana. Agar sistem ini efektif menyelamatkan nyawa, diperlukan tiga komponen utama yang bekerja sinergis, yaitu...

Bagian 3: Benar atau Salah

Stimulus untuk Soal Nomor 11-15 Implementasi kebijakan Pajak Karbon di Indonesia mulai diterapkan secara bertahap pada tahun 2025, menyasar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara. Mekanismenya adalah pemerintah mengenakan pungutan atas setiap ton emisi CO2 yang dihasilkan. Kebijakan ini bertujuan untuk "menghukum" poluter dan mendorong perusahaan energi untuk berinvestasi pada teknologi yang lebih bersih atau beralih ke sumber energi terbarukan seperti panas bumi dan surya. Namun, terdapat kekhawatiran bahwa biaya tambahan ini akan dibebankan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan tarif dasar listrik, yang dapat berdampak pada rumah tangga dan industri kecil.

11. Pajak Karbon adalah instrumen kebijakan yang menggunakan pendekatan ekonomi untuk mengatasi masalah lingkungan fisik berskala global (perubahan iklim).

12. Lokasi geografis PLTU yang mayoritas berada di dekat cadangan batu bara atau di pesisir (untuk kemudahan transportasi) menjadi tidak relevan dengan adanya kebijakan Pajak Karbon.

13. Kekhawatiran akan kenaikan tarif listrik menunjukkan bahwa sebuah kebijakan lingkungan dapat memiliki dampak turunan pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

14. Tujuan akhir dari kebijakan ini adalah mendorong pergeseran (shifting) dalam bauran energi nasional, dari yang didominasi energi fosil ke energi terbarukan.

15. Implementasi Pajak Karbon secara otomatis akan menghentikan seluruh operasi PLTU batu bara di Indonesia dalam waktu satu tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar