Rabu, 01 Oktober 2025

TKA GEO EPS. 2

Latihan Soal Geografi Interaktif (V2)

📝 Latihan Soal Geografi Interaktif

Analisis Tantangan Pembangunan dan Lingkungan

Bagian 1: Pilihan Ganda (A-E)

Stimulus untuk Soal Nomor 1-2 Pemerintah Indonesia menargetkan visi "Indonesia Emas 2045", yang sangat bergantung pada pemanfaatan bonus demografi, di mana porsi penduduk usia produktif mencapai puncaknya. Namun, data BPS tahun 2025 menunjukkan tantangan besar: kualitas sumber daya manusia (SDM) dan persebaran penduduk yang tidak merata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih sangat timpang antara wilayah barat dan timur Indonesia. Sebagian besar penduduk usia produktif terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara wilayah kaya sumber daya alam seperti Papua dan Kalimantan justru kekurangan tenaga kerja terampil.

1. (Elemen: Wilayah Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekitar) Analisis permasalahan kewilayahan yang paling tepat berdasarkan fenomena bonus demografi dan visi Indonesia Emas 2045 adalah...

2. (Elemen: Interaksi Antarfaktor/Gejala Fisik Alam dan Manusia) Kondisi di mana wilayah kaya sumber daya alam (faktor fisik) mengalami kekurangan tenaga kerja terampil (faktor manusia) menunjukkan adanya...

Stimulus untuk Soal Nomor 3 Sebuah laporan investigasi yang dirilis pada pertengahan 2025 oleh koalisi LSM lingkungan menyoroti dampak ekologis dari masifnya perkebunan kelapa sawit monokultur di Riau. Citra satelit multi-waktu menunjukkan hilangnya koridor satwa, yaitu jalur alami yang digunakan gajah sumatra untuk berpindah antar habitat. Akibatnya, habitat gajah menjadi terfragmentasi (terpecah-pecah), memicu peningkatan konflik antara manusia dan gajah di sekitar area perkebunan.

3. (Elemen: Proses-proses yang Mempengaruhi Lingkungan Fisik dan Sosial) Proses geografis utama yang dijelaskan dalam teks sebagai akibat dari alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit adalah...

Stimulus untuk Soal Nomor 4 Gempa bumi berkekuatan M 6.8 mengguncang wilayah pesisir barat Sumatra pada awal 2025. Pusat gempa yang berada di laut memicu peringatan dini tsunami dari BMKG. Berkat program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang telah berjalan beberapa tahun, masyarakat di desa terdampak segera melakukan evakuasi mandiri ke titik-titik aman (evacuation point) di perbukitan terdekat mengikuti jalur evakuasi yang sudah dipetakan. Sirine desa berbunyi dan relawan lokal dengan sigap mengarahkan warga. Tidak ada korban jiwa dilaporkan akibat tsunami.

4. (Elemen: Cara Mitigasi dan Adaptasi terhadap Bencana Alam) Keberhasilan evakuasi pada skenario di atas menunjukkan bahwa elemen terpenting dalam sistem mitigasi bencana tsunami yang efektif adalah...

5. (Elemen: Fenomena Geografi dalam Kehidupan Sehari-hari) Pemetaan jalur dan titik evakuasi aman dalam program DESTANA kemungkinan besar dibuat menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan menganalisis beberapa lapisan peta. Analisis spasial yang paling relevan untuk menentukan titik evakuasi yang aman dari tsunami adalah...

Bagian 2: Pilihan Ganda Kompleks

Stimulus untuk Soal Nomor 6-7 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok, NTB, dikembangkan sebagai destinasi pariwisata-olahraga kelas dunia. Pembangunan sirkuit balap, hotel mewah, dan infrastruktur pendukung lainnya telah mengubah bentang alam dan struktur sosial-ekonomi wilayah tersebut secara drastis. Berita lokal tahun 2025 melaporkan adanya peningkatan peluang kerja di sektor jasa, namun di sisi lain muncul keluhan dari nelayan lokal yang aksesnya ke pantai menjadi terbatas dan adanya peningkatan harga kebutuhan pokok.

6. (Elemen: Wilayah Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekitar) Pembangunan KEK Mandalika menyebabkan perubahan pada karakteristik wilayah yang meliputi... (Pilihlah semua jawaban yang benar)

7. (Elemen: Interaksi Antarfaktor/Gejala Fisik Alam dan Manusia) Dampak interaksi antara pembangunan infrastruktur pariwisata (faktor manusia) dengan lingkungan pesisir (faktor fisik) di Mandalika dapat berupa... (Pilihlah semua jawaban yang benar)

Stimulus untuk Soal Nomor 8-9 Transisi energi global menekan Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara. Hal ini menimbulkan dilema bagi provinsi seperti Kalimantan Selatan yang ekonominya sangat ditopang oleh industri pertambangan batu bara. Laporan ekonomi regional tahun 2025 menyebutkan bahwa penurunan permintaan batu bara global mulai berdampak pada PHK di perusahaan tambang. Pemerintah daerah didorong untuk mencari alternatif ekonomi baru, salah satunya adalah rehabilitasi lahan pasca-tambang untuk agrowisata dan pertanian.

8. (Elemen: Interaksi Antarfaktor/Gejala Fisik Alam dan Manusia) Dilema yang dihadapi Kalimantan Selatan menunjukkan adanya keterkaitan erat antara... (Pilihlah semua jawaban yang benar)

9. (Elemen: Proses-proses yang Mempengaruhi Lingkungan Fisik dan Sosial) Rehabilitasi lahan pasca-tambang menjadi area produktif merupakan contoh proses... (Pilihlah semua jawaban yang benar)

10. (Elemen: Fenomena Geografi dalam Kehidupan Sehari-hari) Untuk merencanakan rehabilitasi lahan pasca-tambang menjadi agrowisata, analisis SIG dapat membantu dengan cara... (Pilihlah semua jawaban yang benar)

Bagian 3: Benar atau Salah

Stimulus untuk Soal Nomor 11-15 Pada September 2025, terjadi fenomena kekeringan meteorologis yang parah akibat dampak El Niño kuat. Beberapa waduk utama di Pulau Jawa, seperti Waduk Jatiluhur, mengalami penyusutan volume air hingga di bawah level normal. Akibatnya, pasokan air untuk irigasi ribuan hektar sawah di Pantura terganggu, menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen (puso). Di sisi lain, kondisi ini juga mengganggu operasional PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang mengandalkan debit air dari waduk tersebut, sehingga PLN harus menggunakan pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang lebih mahal dan tidak ramah lingkungan sebagai cadangan.

11. El Niño adalah fenomena pemanasan suhu muka laut di Samudra Pasifik yang menyebabkan penurunan curah hujan di wilayah Indonesia.

12. Kekeringan yang dijelaskan pada stimulus hanya berdampak pada sektor pertanian dan tidak memengaruhi sektor lainnya seperti energi.

13. Ketergantungan PLTA pada kondisi iklim (curah hujan dan debit air) menunjukkan adanya kerentanan dalam sistem penyediaan energi berbasis sumber daya air.

14. Kasus ini menggambarkan adanya hubungan sebab-akibat berantai (domino effect): fenomena iklim global → kondisi hidrologis regional → krisis pangan dan energi lokal.

15. Waduk adalah infrastruktur yang sepenuhnya kebal terhadap perubahan iklim dan selalu dapat menjamin ketersediaan air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar