Rabu, 01 Oktober 2025

TKA GEO EPS. 1

Latihan Soal Geografi Interaktif

📝 Latihan Soal Geografi Interaktif

Analisis Fenomena Geosfer di Indonesia

Bagian 1: Pilihan Ganda (A-E)

Stimulus untuk Soal Nomor 1-2 Pemerintah Indonesia sedang gencar melakukan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Proyek masif ini melibatkan konversi lahan hutan menjadi pusat pemerintahan, area komersial, dan permukiman modern. Analis dari LAPAN (sekarang BRIN) menggunakan citra satelit Landsat untuk memantau perubahan tutupan lahan dari tahun 2022 hingga 2025. Hasilnya menunjukkan penurunan signifikan area hutan primer dan sekunder, yang digantikan oleh lahan terbangun. Di sisi lain, proyek ini diperkirakan akan memicu migrasi besar-besaran tenaga kerja dan aparatur sipil negara ke wilayah tersebut.

1. (Elemen: Wilayah Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekitar) Dampak utama dari perubahan fungsi lahan di IKN terhadap karakteristik sosial-ekonomi wilayah sekitarnya adalah...

2. (Elemen: Fenomena Geografi dalam Kehidupan Sehari-hari) Pemanfaatan citra satelit Landsat oleh BRIN dalam memantau pembangunan IKN merupakan penerapan teknologi geospasial yang berfungsi untuk...

Stimulus untuk Soal Nomor 3 Program food estate atau lumbung pangan yang dikembangkan di beberapa wilayah Indonesia, seperti di Kalimantan Tengah dan Sumatra Utara, bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Namun, berita terbaru dari Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) pada awal 2025 menyoroti bahwa pembukaan lahan skala besar untuk program ini telah menyebabkan deforestasi, mengeringnya lahan gambut, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Lahan gambut yang kering menjadi sangat rentan terhadap kebakaran saat musim kemarau.

3. (Elemen: Proses-proses yang Mempengaruhi Lingkungan Fisik dan Sosial) Berdasarkan stimulus, proses perubahan lingkungan fisik yang paling signifikan akibat implementasi program food estate di lahan gambut adalah...

Stimulus untuk Soal Nomor 4 Pada akhir tahun 2024, banjir rob ekstrem melanda kawasan pesisir utara Jawa, khususnya di wilayah Semarang dan Demak. Fenomena ini diperparah oleh penurunan muka tanah (land subsidence) akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan oleh industri dan permukiman. Akibatnya, ribuan rumah terendam dan banyak lahan tambak ikan mengalami kerugian. Pemerintah daerah merencanakan pembangunan tanggul laut raksasa sebagai solusi jangka panjang.

4. (Elemen: Cara Mitigasi dan Adaptasi terhadap Bencana Alam) Melihat kombinasi penyebab banjir rob pada stimulus, strategi mitigasi yang paling komprehensif dan berkelanjutan selain membangun tanggul laut adalah...

5. (Elemen: Interaksi Antarfaktor/Gejala Fisik Alam dan Manusia) Kawasan industri nikel di Morowali, Sulawesi Tengah, telah menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global. Potensi sumber daya alam ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang pesat. Namun, laporan investigasi media pada tahun 2025 mengungkap adanya masalah sosial seperti konflik lahan dengan masyarakat adat dan dampak lingkungan berupa pencemaran limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) di wilayah pesisir. Fenomena ini menunjukkan...

Bagian 2: Pilihan Ganda Kompleks

Stimulus untuk Soal Nomor 6-7 Berita dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pertengahan 2025 memprediksi bahwa fenomena iklim La Niña akan kembali melanda Indonesia. Fenomena ini ditandai dengan mendinginnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, yang menyebabkan peningkatan curah hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah. BMKG memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di daerah-daerah yang rentan.

6. (Elemen: Cara Mitigasi dan Adaptasi terhadap Bencana Alam) Berdasarkan peringatan BMKG, bentuk adaptasi yang perlu dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan dengan permukiman padat adalah... (Pilihlah semua jawaban yang benar)

7. (Elemen: Proses-proses yang Mempengaruhi Lingkungan Fisik dan Sosial) Dampak La Niña terhadap aktivitas sosial-ekonomi di Indonesia meliputi... (Pilihlah semua jawaban yang benar)

Stimulus untuk Soal Nomor 8-9 Seiring dengan pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi, pemerintah pada tahun 2025 menetapkan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super-premium. Pembangunan infrastruktur seperti hotel berbintang, marina, dan jalan dipercepat. Namun, kebijakan ini menuai kritik karena dianggap dapat mengancam kelestarian Taman Nasional Komodo. Kunjungan wisatawan yang masif dikhawatirkan akan menghasilkan volume sampah yang besar dan mengganggu ekosistem sensitif habitat komodo.

8. (Elemen: Interaksi Antarfaktor/Gejala Fisik Alam dan Manusia) Keterkaitan antara pengembangan pariwisata dan kondisi lingkungan di Labuan Bajo menunjukkan bahwa... (Pilihlah semua jawaban yang benar)

9. (Elemen: Wilayah Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekitar) Untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo, pendekatan kewilayahan yang perlu diterapkan meliputi... (Pilihlah semua jawaban yang benar)

10. (Elemen: Fenomena Geografi dalam Kehidupan Sehari-hari) Sebuah aplikasi smartphone diluncurkan untuk mendukung pariwisata di Labuan Bajo. Aplikasi ini menggunakan data SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk memberikan informasi kepada wisatawan. Fitur-fitur dalam aplikasi ini yang merupakan pemanfaatan SIG adalah... (Pilihlah semua jawaban yang benar)

Bagian 3: Benar atau Salah

Stimulus untuk Soal Nomor 11-15 Berita terkini pada Oktober 2025 menyoroti dua isu lingkungan yang kontras. Di satu sisi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Sumatra Selatan, menyebabkan kabut asap pekat yang mengganggu penerbangan dan kesehatan warga. Analisis citra satelit menunjukkan titik api mayoritas berada di lahan gambut yang telah dikonversi menjadi perkebunan. Di sisi lain, sebuah desa di lereng Gunung Merapi, Jawa Tengah, berhasil mengembangkan sistem pertanian agroforestri (tumpang sari tanaman keras dengan tanaman semusim) yang tidak hanya meningkatkan pendapatan petani tetapi juga terbukti efektif menahan laju erosi dan aliran lahar dingin.

11. Kabut asap akibat karhutla di Sumatra Selatan adalah contoh bencana yang murni disebabkan oleh faktor alam, yaitu musim kemarau yang panjang.

12. Konversi lahan gambut menjadi perkebunan merupakan faktor manusia (anthropogenic) yang meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bencana karhutla.

13. Sistem agroforestri yang diterapkan di lereng Merapi adalah bentuk adaptasi dan mitigasi bencana yang berbasis pada kearifan lokal dan kelestarian ekosistem.

14. Fenomena karhutla di Sumatra dan agroforestri di Jawa Tengah sama-sama menunjukkan bahwa interaksi manusia dengan lingkungan tidak memiliki dampak signifikan terhadap kondisi fisik wilayah.

15. Penggunaan citra satelit untuk mendeteksi titik api (hotspot) merupakan salah satu pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk manajemen bencana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar