Selasa, 19 Agustus 2025

TKA : Dinamika Litosfer, Atmosfer dan Hidrosfer (PG Lv 3)

Stimulus Kontekstual Spasial: Dinamika litosfer, atmosfer, dan hidrosfer


Indonesia, sebagai negara kepulauan yang terletak di Cincin Api Pasifik dan pertemuan lempeng tektonik utama, serta dilintasi oleh garis khatulistiwa, menghadapi tantangan besar akibat dinamika litosfer, atmosfer, dan hidrosfer. Peningkatan frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di beberapa wilayah, terutama di musim penghujan, seringkali diperparah oleh deforestasi dan perubahan tata guna lahan. Di sisi lain, aktivitas gunung berapi yang tinggi dan potensi gempa bumi serta tsunami menjadi ancaman laten. Fenomena El Nino dan La Nina juga secara signifikan memengaruhi pola curah hujan dan kekeringan, berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih. Perubahan iklim global memperparah kondisi ini, memicu kenaikan muka air laut dan cuaca ekstrem, yang mengancam kota-kota pesisir dan ekosistem pulau-pulau kecil.

Soal 1: Berdasarkan posisi geologis Indonesia yang rawan gempa, mengapa pembangunan permukiman di zona patahan aktif sangat berisiko, dan bagaimana pendekatan mitigasi struktural yang paling efektif untuk mengurangi dampak gempa bumi pada bangunan?

Soal 2: Dalam konteks siklus hidrologi, bagaimana deforestasi dan perubahan tata guna lahan di daerah hulu pegunungan dapat secara signifikan memperparah bencana banjir dan longsor di wilayah hilir, dan apa mekanisme utama yang menjelaskan fenomena ini?

Soal 3: Fenomena El Nino dan La Nina secara signifikan memengaruhi pola cuaca regional di Indonesia. Namun, dampak dan penyebab kedua fenomena ini berbeda dengan dampak jangka panjang perubahan iklim global. Bagaimana perbedaan fundamental antara El Nino/La Nina dengan perubahan iklim global terkait durasi dan penyebab utamanya?

Soal 4: Mengingat ancaman kenaikan muka air laut yang diperparah oleh perubahan iklim global terhadap kota-kota pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia, strategi adaptasi jangka panjang manakah yang paling mendesak dan holistik untuk diterapkan dalam skala nasional?

Soal 5: Mengacu pada kompleksitas tantangan bencana di Indonesia akibat interaksi dinamika litosfer, atmosfer, dan hidrosfer seperti yang dijelaskan stimulus, pendekatan kebijakan terpadu manakah yang paling efektif untuk mengurangi risiko bencana secara berkelanjutan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar