Stimulus Kontekstual Spasial: Dinamika litosfer, atmosfer, dan hidrosfer
Perubahan iklim global telah menjadi isu krusial yang berdampak signifikan pada dinamika litosfer, atmosfer, dan hidrosfer Bumi. Peningkatan suhu rata-rata global menyebabkan pencairan gletser dan lapisan es kutub, berkontribusi pada kenaikan permukaan air laut. Fenomena ini, ditambah dengan pemuaian termal air laut, mengancam wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dengan abrasi dan intrusi air laut. Di sisi lain, anomali iklim memicu kejadian cuaca ekstrem yang lebih sering dan intens, seperti badai tropis, gelombang panas, dan curah hujan sangat tinggi yang berujung pada banjir dan tanah longsor. Wilayah perkotaan, dengan tutupan lahan yang didominasi beton dan aspal, semakin rentan terhadap genangan air akibat drainase yang tidak memadai, diperparah oleh perubahan pola curah hujan. Kondisi ini menuntut pemahaman mendalam tentang interkoneksi sistem bumi dan strategi adaptasi yang berkelanjutan.
Soal 1: Berdasarkan stimulus, ancaman kenaikan permukaan air laut terhadap wilayah pesisir adalah nyata. Identifikasi pernyataan yang BENAR mengenai dampak yang dapat timbul pada wilayah pesisir dan upaya mitigasi atau adaptasinya.
- Peningkatan abrasi pantai akan mempercepat hilangnya daratan pesisir dan mengancam permukiman serta infrastruktur.
- Intrusi air laut ke akuifer air tanah di zona pesisir akan menurunkan kualitas air bersih yang tersedia untuk konsumsi dan pertanian.
- Pembangunan tanggul laut permanen adalah satu-satunya solusi efektif yang dapat diterapkan untuk melindungi semua jenis garis pantai dari abrasi dan kenaikan muka air laut.
- Ekosistem hutan mangrove dapat berfungsi sebagai benteng alami yang efektif mengurangi abrasi pantai dan meredam gelombang, serta menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati.
- Perubahan iklim hanya berdampak signifikan pada wilayah pesisir, sedangkan wilayah pedalaman dan pegunungan relatif aman dari ancaman lingkungan.
Soal 2: Curah hujan yang sangat tinggi akibat anomali iklim sering berujung pada banjir dan tanah longsor. Berdasarkan konteks stimulus, analisis pernyataan yang BENAR terkait fenomena tersebut dan karakteristiknya.
- Intensitas curah hujan yang meningkat drastis melebihi kapasitas infiltrasi tanah dan sistem drainase akan memperparah risiko banjir di perkotaan dan pedesaan.
- Tanah longsor lebih sering terjadi di daerah dengan lereng curam, jenis tanah tertentu yang mudah jenuh air, dan minim vegetasi penutup tanah yang berfungsi menahan erosi.
- Wilayah perkotaan dengan luasnya area kedap air seperti jalan dan bangunan sangat rentan terhadap banjir genangan (banjir rob) karena minimnya resapan air ke dalam tanah.
- Fenomena El Nino selalu menyebabkan peningkatan curah hujan ekstrem di seluruh wilayah Indonesia, yang berujung pada banjir besar di setiap musim penghujan.
- Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang baik, termasuk reboisasi dan pencegahan deforestasi di hulu, tidak memiliki pengaruh signifikan dalam mengurangi risiko banjir di hilir.
Soal 3: Dinamika ketiga sfera (litosfer, atmosfer, hidrosfer) memiliki implikasi serius terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Tentukan pernyataan yang BENAR mengenai dampak-dampak tersebut.
- Kerusakan infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum akibat bencana hidrometeorologi memerlukan biaya rekonstruksi yang sangat tinggi dan waktu pemulihan yang lama.
- Penurunan hasil pertanian dan perikanan akibat kekeringan, banjir, atau perubahan suhu laut dapat mengancam ketahanan pangan dan mata pencarian masyarakat lokal.
- Migrasi penduduk dari wilayah pesisir yang terancam abrasi, intrusi air laut, atau frekuensi banjir tinggi dapat menjadi fenomena sosial yang kompleks dan memicu masalah baru.
- Sektor pariwisata bahari, terutama wisata pantai dan pulau kecil, akan selalu mendapatkan keuntungan dari kenaikan permukaan air laut karena memperluas area perairan untuk aktivitas air.
- Peningkatan suhu global secara otomatis akan meningkatkan produktivitas perikanan laut di seluruh perairan karena pertumbuhan fitoplankton yang lebih cepat.
Soal 4: Menghadapi ancaman perubahan iklim dan dinamika sistem bumi, diperlukan strategi adaptasi dan mitigasi yang berkelanjutan. Analisislah pernyataan yang BENAR terkait upaya adaptasi dan mitigasi yang relevan.
- Pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan seperti surya, angin, dan hidroelektrik secara massal merupakan contoh upaya mitigasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
- Relokasi permukiman penduduk dari daerah rawan bencana (misalnya pantai yang terancam abrasi atau lereng rawan longsor) adalah salah satu bentuk adaptasi terhadap risiko lingkungan.
- Reboisasi dan penghijauan lahan di daerah hulu dan lereng bukit dapat membantu mengurangi risiko tanah longsor, erosi, dan banjir dengan meningkatkan daya serap air tanah.
- Adaptasi adalah upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca penyebab perubahan iklim, sementara mitigasi adalah upaya untuk menyesuaikan diri dengan dampak yang sudah terjadi atau akan terjadi.
- Pembangunan tanggul raksasa di sepanjang seluruh garis pantai adalah solusi adaptasi yang selalu ramah lingkungan, hemat biaya, dan efektif dalam jangka panjang untuk semua kondisi geografi.
Soal 5: Stimulus menekankan interkoneksi sistem bumi. Tentukan pernyataan yang BENAR yang menggambarkan keterkaitan antara litosfer, atmosfer, dan hidrosfer dalam konteks perubahan iklim atau dinamika alam lainnya.
- Pencairan gletser dan lapisan es kutub (hidrosfer) disebabkan oleh peningkatan suhu atmosfer, yang kemudian secara langsung mempengaruhi volume air laut global (hidrosfer).
- Erupsi gunung berapi (litosfer) dapat melepaskan sejumlah besar abu vulkanik dan gas ke atmosfer, mempengaruhi radiasi matahari dan pola iklim regional atau bahkan global.
- Intrusi air laut (hidrosfer) ke daratan pesisir (litosfer) tidak hanya mencemari air tanah tetapi juga merusak kesuburan tanah pertanian karena peningkatan kadar garam.
- Pergerakan lempeng tektonik (litosfer) secara langsung dan signifikan menentukan intensitas curah hujan tahunan suatu wilayah, tanpa ada pengaruh dari faktor atmosferik.
- Perubahan salinitas air laut (hidrosfer) yang disebabkan oleh pencairan es dan penguapan tidak memiliki dampak signifikan terhadap pola arus laut global dan distribusi panas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar