Stimulus Kontekstual Spasial: Konsep dasar geografi
Kota 'Harmoni Jaya' yang semula direncanakan sebagai kota satelit dengan konsep kota taman, kini menghadapi berbagai isu kompleks akibat pertumbuhan penduduk yang pesat dan pembangunan infrastruktur yang tidak terkendensikan. Data menunjukkan peningkatan drastis suhu perkotaan (urban heat island effect), menurunnya kualitas udara, serta sering terjadinya banjir di kawasan permukiman baru yang dibangun di daerah resapan air. Di sisi lain, munculnya pusat-pusat perbelanjaan dan perkantoran baru telah mengubah pola spasial mobilitas penduduk dan menciptakan disparitas sosial-ekonomi antara wilayah pusat kota dan pinggiran. Pemerintah daerah berencana mengembangkan kebijakan tata ruang yang lebih komprehensif untuk mengatasi permasalahan ini, namun menghadapi tantangan dalam menyelaraskan kepentingan ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Soal 1: Berdasarkan deskripsi permasalahan di Kota Harmoni Jaya, prinsip geografi yang paling relevan untuk dianalisis guna memahami fenomena tersebut secara menyeluruh meliputi...
Soal 2: Untuk merumuskan kebijakan tata ruang yang komprehensif dan berkelanjutan di Kota Harmoni Jaya, pendekatan geografi yang krusial untuk diterapkan dalam kajian permasalahan kota tersebut adalah...
Soal 3: Permasalahan disparitas sosial-ekonomi serta perubahan pola spasial mobilitas penduduk di Kota Harmoni Jaya yang disebutkan dalam stimulus sangat erat kaitannya dengan konsep esensial geografi, yaitu...
Soal 4: Untuk mengatasi masalah peningkatan suhu perkotaan (urban heat island effect) dan seringnya terjadi banjir di kawasan permukiman baru Kota Harmoni Jaya, konsep geografi yang perlu ditekankan dalam perencanaan tata ruang adalah...
Soal 5: Pernyataan berikut yang menunjukkan aplikasi berpikir geografis dalam menganalisis dan mengevaluasi solusi atas masalah di Kota Harmoni Jaya adalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar