Selasa, 19 Agustus 2025

TKA : Konsep Dasar Geografi (Menjodohkan Lv 1)

Stimulus Kontekstual Spasial: Konsep dasar geografi


Perkembangan pesat Kota X sebagai pusat industri telah menarik banyak penduduk dari pedesaan. Akibatnya, pemukiman padat penduduk bermunculan di sepanjang bantaran sungai yang sebelumnya merupakan daerah resapan air. Data menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, frekuensi dan intensitas banjir di Kota X meningkat tajam, terutama di wilayah pemukiman baru tersebut. Pemerintah kota berencana membangun tanggul raksasa dan merelokasi sebagian warga, namun rencana ini menimbulkan pro dan kontra. Sebagian masyarakat menolak karena terikat dengan mata pencarian dan jaringan sosial yang telah terbentuk di lokasi lama, sementara sebagian lainnya setuju demi keselamatan dan pembangunan yang lebih terencana. Fenomena ini menunjukkan kompleksitas permasalahan spasial dan interaksi antar komponen geografi.

Soal 1: Berdasarkan stimulus, identifikasi pernyataan yang benar mengenai penerapan konsep lokasi dan morfologi dalam fenomena banjir di Kota X.

  • Pemukiman padat di bantaran sungai mencerminkan konsep lokasi absolut.
  • Bantaran sungai yang sebelumnya resapan air menunjukkan aspek morfologi lahan.
  • Peningkatan frekuensi banjir terkait dengan perubahan morfologi sungai akibat pembangunan pemukiman.
  • Relokasi warga adalah upaya penerapan konsep lokasi strategis.
  • Lokasi pemukiman di bantaran sungai menjadi faktor pemicu banjir menunjukkan konsep keterkaitan keruangan.

Soal 2: Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut yang berkaitan dengan konsep aglomerasi dan pola pada kasus Kota X. Tentukan kebenaran setiap pernyataan.

  • Kemunculan pemukiman padat di sepanjang bantaran sungai merupakan contoh aglomerasi spasial.
  • Pola pemukiman yang mengikuti alur sungai disebut pola linier.
  • Aglomerasi industri di Kota X menunjukkan adanya daya tarik pusat ekonomi.
  • Pola penyebaran banjir di wilayah pemukiman baru cenderung acak.
  • Konsep aglomerasi hanya berlaku untuk aktivitas ekonomi.

Soal 3: Analisislah pernyataan-pernyataan berikut terkait konsep interaksi dan nilai kegunaan dalam permasalahan Kota X. Tentukan kebenaran setiap pernyataan.

  • Migrasi penduduk dari pedesaan ke Kota X adalah bentuk interaksi spasial.
  • Bantaran sungai memiliki nilai kegunaan yang sama sebagai resapan air dan pemukiman.
  • Penolakan relokasi warga menunjukkan nilai kegunaan lokasi lama bagi mereka.
  • Interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rencana relokasi menunjukkan dimensi sosial geografi.
  • Konsep interdependensi menjelaskan mengapa masalah di satu wilayah (perkotaan) dapat memengaruhi wilayah lain (pedesaan melalui migrasi).

Soal 4: Identifikasi kebenaran pernyataan di bawah ini terkait penerapan konsep keterkaitan keruangan dan diferensiasi area dalam konteks banjir di Kota X.

  • Peningkatan frekuensi banjir di pemukiman baru menunjukkan keterkaitan antara aktivitas manusia dan perubahan lingkungan.
  • Diferensiasi area terlihat dari perbedaan tingkat keparahan banjir antara pemukiman di bantaran sungai dengan wilayah lain.
  • Keterkaitan keruangan selalu bersifat positif dan menguntungkan.
  • Permasalahan banjir di Kota X adalah hasil dari keterkaitan keruangan antara daerah hulu dan hilir sungai.
  • Konsep diferensiasi area menjelaskan mengapa hanya ada satu jenis penggunaan lahan yang ideal di setiap wilayah.

Soal 5: Evaluasi pernyataan berikut mengenai penerapan konsep keterjangkauan dan jarak dalam konteks rencana relokasi di Kota X.

  • Jaringan sosial yang terbentuk di lokasi lama adalah contoh jarak sosial.
  • Keterjangkauan lokasi lama terhadap mata pencarian menjadi alasan penolakan relokasi.
  • Konsep jarak mutlak dapat diukur dengan mudah antara Kota X dan pedesaan asal migran.
  • Rencana pembangunan tanggul raksasa bertujuan meningkatkan keterjangkauan transportasi di sungai.
  • "Jarak" dalam konteks geografi hanya berarti jarak fisik atau linear.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar